Missing (2016)

Missing_(Korean_Movie)-p1Gong Hyo Jin. Salah satu alasanku menonton film ini. I like her acting. Dan sekali lagi, dengan cara yang cuma bisa dilakukan oleh Miss Gong, dia tampil memukau di sini.

Agak lambat di awal, tapi lama-lama jadi bikin penasaran. Agak nyebelin akhirannya, tapi itulah jalan ceritanya. Kasih yang tulus bisa menuntun orang ke cara yang yang keliru. Kehilangan sesuatu yang berharga bisa membuat orang menjadi gila. Dan, ketika kita kehilangan baru deh kita sadar arti penting dari yang hilang itu.

Akhirnya, aku mendoakan para pekerja wanita yang harus meninggalkan anak dan keluarga di rumah. Mereka yang bekerja untuk anak dan keluarga orang lain. Mereka yang kehilangan masa-masa berharga karena alasan yang sudah mereka putuskan sendiri.

Credit: http://asianwiki.com/Missing_(Korean_Movie)

Chicken Soup for Traveler’s Soul

20170317_071411Bukunya tidak terlalu tebal. Masih baru dan berplastik rapi. Hampir dibaca tiap malam menjelang tidur bersama dengan satu buku lain. Bisa dibilang sebagai pengantar tidur supaya mimpinya bisa jalan-jalan ke luar negeri dan tempat-tempat yang belum pernah dikunjungi sebelumnya. Hehehe.. bermimpi boleh dong.

Memang aku belum seperti Virtri, sang pengelana, yang peta di rumahnya sudah hampir penuh dengan penanda tempat-tempat yang pernah dikunjunginya. Atau, seperti para Mbak Vitri (nama hampir serupa) yang sudah keliling dunia dengan profesinya sebagai chef di sebuah kapal pesiar. Tapi aku senang melihat dan membaca foto dan kisah perjalanan mereka di media sosial dan belajar bahwa dunia adalah tempat yang sangaaaaaaaaat luaaaaaaasssssss untuk dijelajahi.

Banyak kisah yang rasanya too good to be true dalam buku ini. But, hey, itulah yang mereka (para penulis) alami dalam perjalanan mereka masing-masing. Mungkin karena terdiri dari banyak banyak penulis, jadi masing-masing punya gaya tutur dan penulisan yang berbeda, jadinya kadang ada cerita yang begitu dramatis tetapi padahal “biasa aja”, tapi ada juga yang kelihatannya sederhana tapi makjleb terasa. Jadi inget seorang editor yang bekerja keras dalam menerjemahkan tulisan SATU orang penulis. Pusingnya bukan main. apalagi ini yang penulisnya banyak. Beberapa typo juga muncul tapi tidak mengganggu perjalanan membaca.

Buku ini hitungannya cepat juga habis dibaca. Mungkin karena niat mau cepat dikembalikan kepada pemiliknya. Walaupun waktu itu rasanya tidak mungkin bisa selesai sampai waktu keberangkatannya. Dan benar saja, malam ketika pemiliknya sudah meninggalkan Jogja, aku selesai membaca seluruh kisah. Membacanya tidak berurutan. Gak seru. Lompat-lompat dan terakhir memastikan apakah perjalanan sudah diikuti. Ternyata aku menemukan ada penulis yang mengirim 2 cerita, dari gaya ceritanya kayak sama. Setelah lihat namanya dan memastikan lagi, ternyata benar.

Well, yang pasti, buku ini cukup menggelitik dan membuatku merencanakan untuk memiliki perjalanan sendiri. Ke Barat. Mencari kitab suci. Hehehehe… Let’s see! 😉