Buku Dalam Hidup Anda

Haha.. agaknya ini tulisan terakhirku yang sengaja aku mau ikutkan ke lomba penulisannya Glow. Itu juga kalo masih bisa karena ini dah tanggal 10. Penutupan tanggal 10. Itu artinya yang ngepost di tanggal itu masih bisa atau enggak?

Ah, gak masalah. Yang penting akhirnya selesai juga yang namanya lomba penulisannya Glow (untuk tahap ini. Mungkin gak ya diadain lagi?). Ada beberapa tulisanku disini yang harus aku “selamatkan”. Heheheheh, maksudnya mau aku salin ke blog ku sendiri. Contohnya tulisan yang ini. Dah lama banget aku cari-cari. Kirain terbawa di hard disk temen ternyata enggak..Lucu pas baca lagi. Tau gak? Waktu itu aku nulis sambil berandai-andai tulisanku nantinya dibaca sama orang lain entah di mading, majalah atau koran. Hahaha…jadi malu kalo inget waktu itu. Gak kayak biasanya, aku pake kata ganti saya. Haha, sok terkesan mau resmi-resmi gitu deh waktu itu. Waktu itu aku abis baca satu buku dan gak tahan mau membagikannya. Ngetiknya juga langsung di komputernya temen. Gak lama ngetiknya, tapi puas banget waktu dah jadi. Ku simpan dan kalo gak salah sempet juga jadi artikel di majalah PMK di kampus (iya gak sih? Heheheee….lupa). Sekarang dikeluarin lagi ahh… biar ngeramein tulisan yang ada di Glow!

Membaca. Saya suka dan sangat suka membaca. Walau saya lebih suka buku dengan topik-topik tertentu tapi secara umum hampir semua jenis buku pasti saya baca. Bahkan sedari saya kecil, menurut cerita dari Bunda loh…, saya sudah membaca bacaan yang sebenarnya belum dapat di baca oleh anak seumuran saya saat itu. Eiiits, jangan berfikir negatif dulu. Bacaan saya saat itu adalah Intisari. Jaman dulu saat anak-anak pada baca majalah Bobo kok bisa-bisanya saya malah baca Intisari. Saya memang suka majalah anak-anak, tapi kalo ada yang lain, dan yang penting bisa di baca, kenapa enggak?

Hobi membaca itu terus saya bawa sampai saya kuliah. Yah…kurang lebih hobi tersebut membantu saya dalam perkuliahan walau saya akui saya kurang dapat memanfaatkannya dengan maksimal. Sebagai mahasiswa FISIPOL seharusnya buku-buku yang saya baca adalah yang seputaran masalah sosial dan politik. Intinya yang mendukung kuliah saya deh… tapi seperti alasan yang saya sebut diatas: Kalo ada yang lain, dan yang penting bisa dibaca, kenapa enggak? Selama itu tidak merugikan pasti saya akan baca. Lagipula darimana saya tahu itu akan merugikan atau tidak jika saya tidak membacanya terlebih dahulu. Iya kan?

Demikian…hingga baru-baru ini saya membaca buku berjudul 7 Kinds of Smart : Menemukan dan Meningkatkan Kecerdasan Anda Berdasarkan Teori Multiple Intelligence. Saya tidak ingin membahas keseluruhan isi buku itu dalam tulisan saya. Itu sih namanya saya membuat resensi dan bukan itu maksud saya menulis. Saya tertarik pada salah satu bab bahasannya yaitu Word Smart : Mengungkapkan kecerdasan verbal. Saya tidak menganggap diri saya smart dalam bidang verbal (tapi saya berterima kasih jika dianggap demikian) sehingga saya lebih menyenangi bab ini selain ada 3 bab lain yang juga sangat menarik perhatian saya. Alasan saya memilihnya adalah karena didalamnya ada semacam kegiatan yang membuat saya kembali memikirkan hobi membaca yang sudah saya tekuni selama bertahun-tahun dan buku-buku apa saja yang telah saya baca. Mungkin pembaca juga ingin tahu bagaimana caranya? Mari saya beritahu…pertama ambil kertas dan bagi menjadi empat kolom vertikal. Pada kolom pertama daftarkan buku-buku penting semasa kita kanak-kanak (termasuk buku yang dibacakan orang lain dan buku yang kita baca sendiri). Pada kolom kedua tulislah empat atau lima buku yang paling berpengaruh dalam kehidupan kita–buku yang membuat kita melihat dunia dengan cara berbeda dan/atau buku yang membantu kita mengambil keputusan penting yang mengubah hidup kita. Pada kolom ketiga daftarlah buku yang, apabila kita akan meninggal dunia besok pagi, akan membuat kita menyesal karena belum membacanya. Pada kolom terakhir daftarlah semua buku yang pernah kita baca selama dua belas bulan terakhir.

Untuk kolom pertama pada kerta saya terdapat beberapa bacaan yang memang sangat saya senangi sewaktu saya kecil (dan itu artinya penting buat saya) seperti majalah Donal Bebek (top of the list!), Bobo (terutama artikel dan cerpennya), Kisah Dongeng Dunia (feels like in fairy land…favorit saya kisah Cinderella!), Seri Tokoh Dunia (saya sempat membeli enam buku sekaligus), dan banyak lagi termasuk Intisari. Saya tidak terbiasa dibacakan buku oleh orang lain tapi sebaliknya mereka meminta saya untuk membacakannya. Pada kolom kedua pikiran saya langsung tertuju pada satu buku yang telah lama saya kenal dan sangat berpengaruh bahkan telah mengubah hidup saya. Buku itu adalah Alkitab. Saya tidak tahu apakah Alkitab juga dapat digolongkan ke dalam kategori buku. Yang penting yang dilakukannya telah memenuhi syarat pengisian kolom kedua. Bersama Alkitab terdapat buku-buku lain seperti buku kepemimpinan dan buku psikologi/pengembangan kepribadian baik sekuler maupun rohani. (Saya mencatat lebih dari lima judul untuk kedua jenis buku diatas) Dan buku-buku itulah yang pernah, telah dan sedang saya baca selama dua belas bulan terakhir. Jadi, saya tinggal copy paste saja ke kolom empat. Ada juga beberapa judul novel (novel=buku?), buku kumpulan puisi dan/atau cerpen, buku-buku rohani berbagai tema dan masih banyak lagi. Oh iya…gak ketinggalan buku-buku yang berkaitan dengan kuliah saya tentunya (maaf Bapak dan Ibu dosen…). Buku-buku tersebut tidak semuanya cetakan dalam negeri alias ada beberapa buku impor yang menggunakan bahasa Inggris sebagai pengantar.

Untuk kolom ketiga…ini dia yang paling kena buat saya. Pertama, saya jadi teringat buku-buku yang ingin sekali saya beli dan baca tapi ga pernah kesampaian. Alasannya banyak juga seperti harganya yang mahal tapi saat ada uangpun malah beralih ke buku lain. Wah..pokoknya gak enak deh. Timbul perasaan sedikit bersalah pada diri saya. Bayangpun jika seandainya saya besok sudah tidak ada lagi….masak sih saya ga pernah baca buku trilogi The Lord Of The Rings…?!! Saya bahkan tidak mau membayangkannya. Kedua, saya teringat akan buku yang sudah lama saya miliki tapi sampai detik ini saya belum tamat membacanya. Biarpun saya juga punya beberapa panduan yang dapat membantu tapi tetap saja tahun berganti tahun dan saya belum berhasil. Padahal buku itu adalah buku yang telah lama saya kenal dan sangat berpengaruh bahkan telah mengubah hidup saya. Buku itu adalah Alkitab. Hiks..hiks… menyadari kenyataan ini bukan hanya rasa bersalah saja yang timbul tapi juga rasa malu. Saya bahkan tidak perlu mengeluarkan uang untuk mendapatkannya (jika dilihat dari harganya) dan keberadaannya (seharusnya) tidak dapat digantikan oleh buku-buku lain (ini yang sulit…) Bayangpun jika seandainya saya besok sudah tidak ada lagi….masak sih saya ga pernah baca Alkitab sampai tamat…?!! Mau tidak mau saya harus berani membayangkannya

Setelah saya melakukan kegiatan tadi saya jadi tersadar kalo memang hobi membaca saya belum tergali secara optimal. Itu dapat saya lihat dari buku-buku yang pernah, telah dan sedang saya baca. Seharusnya saya bisa lebih banyak lagi membaca berbagai jenis buku. Namun saya juga jadi tersindir. Kenapa saya selalu terus ingin membuka lembar awal dari setiap buku lain sementara ada satu buku penting yang belum saya tutup lembar terakhirnya. Kembali ke judul dari tulisan ini : Buku Dalam Hidup Anda, saya berubah pikiran dan menggantinya dengan Buku Dalam Hidup Saya sambil membuat ketetapan dalam hati untuk membaca sampai tamat satu buku penting tadi.

Jogja, 12 Maret 2004, 12.06 WIB

Ditengah hamparan buku-buku saya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s