The First (and the last?)

Salam kenal…! Aku orang baru neh dalam dunia wordpress-wordpressan. hee..hee.. Aku termasuk angkatan I dari sekolah penulisan Gloria. Coba lihat2 siapa aja yang dah gabung di Glow. Ada nama Rara Gita. Coba liat tulisan2nya..eh, nemuin Hana Yori Dango (HYD)!

Nama ini emang gak sefamiliar Meteor Garden (MG) tapi sama aja. Wong MG juga dibuat based on HYD. Gak banyak juga yang ngerti film versi Jepang ini. Bukan maksudnya mau ngekor, tapi aku sendiri punya kesan yang mendalam sama Hana Yori Dango.

Waktu itu aku sempet ikut kursus bahasa Inggris dan harus membuat paper untuk kelulusan di tingkat akhir. Temen dah pada punya bahan tulisan dan semua menurut ku menarik dan bagus untuk ditulis. Aku sendiri pingin punya tulisan yang nantinya juga, setidaknya, bisa aku banggakan sebagai hasil buatan ku sendiri (in English pula..kan jarang2 tuh)

Akhirnya pilihanku jatuh pada serial Meteor Garden yang pada saat itu sedang booming di Indonesia. Siapa yang gak kenal Tao Ming She? (aku yakin 100% penulisannya salah). Kesuksesan serial Mandarin itu rupanya mau ditiru oleh sinetron Indonesia. Masin inget sama sinetron Siapa Takut Jatuh Cinta (STJC)? Gak ada yang bisa menyangkal ( kecuali pihak pembuatnya dan termasuk para aktor dan aktrisnya) bahwa sinetron itu menjiplak ide dari MG. Jelas banget githooo…!

Nah, waktu itu sebenernya aku mau angkat perbandingan di antara MG dan STJC tapi kayaknya gak seru deh… Kenapa akhirnya aku berubah pikiran? Awalnya aku melakukan semacam riset yang bertujuan mengumpulkan informasi dan data mengenai MG. Disitulah aku tau ttg HYD. Semakin aku melihat versi aslinya semakin aku jatuh cinta sama kisah yang diangkatnya. Yah, walopun aku sedikit gak rela, tapi aku harus mengakui bahwa versi Mandarinnya juga sudah sangat berusaha untuk dapat bagus (and they really truly did!).

Sebenernya ada serial versi Jepangnya juga, selain emang aslinya diangkat dari komik). Pemain Jepangnya juga gak ecek2. Cakep2 kok. Tapi memang strategi yang dipake sama versi Mandarin sangat tepat. Mereka pasang wajah2 baru untuk memerankan tokoh2 F4 (yang juga diikuti sama versi Indonesia). Dan kita tahu gimana kelanjutannya..banyak yang terhipnotis oleh ke empat cowok ini. Karena aku tau kalo tuh cuma fiksi aja dan aku gak mau terbawa oleh mimpi (hahaha… denial neh…) maka aku gak mau ikut pemujaan2 kepada F4 ini. Tapi kalo dari sisi karakter aku menaruh perhatian khusus pada Rui Hanazawa atau Hua Ce Lei, versi Mandarinnya (lagi2 pasti salah tulis..).

Singkat cerita, aku akhirnya jadi agak membela kehadiran MG yang waktu itu banyak menerima pujian dan juga kritikan. Katanya terlalu menjual mimpi sama penonton Indonesia yang gak siap untuk menonton orang2 kaya, cakep, dan bisa membuat siapa aja jatuh cinta pada mereka (i’m talking about the boys). Aku menyoroti ke empat pemeran F4. Siapa mereka, latar belakangnya, bagaimana bisa sampai jadi F4 de el el. Aku juga kupas kenapa serial ini bisa berhasil (in my own opinion based on my research loohhh..) dan walopun banyak yang gak suka aku menuliskan hal2 baik apa yang setidaknya bisa dipelajari dari MG.

Aku masih ingat waktu2 yang aku abisin di warnet buat cari web2 ttg MG. Aku juga sempet bantuin temenku yang pinter liat peluang dan memakainya untuk mendatangkan uang. Jadi, pada masa itu (cie.. dah kayak jaman prasejarah) foto2 dari Jerry Yan dkk masih sedikit di pasaran. Berbekal gambar2 yang bejibun di internet dan mesin pemindai (bener gak sih bahasanya?) maka temenku pun menerima pesanan foto2 tersebut dan kemudian menjualnya. Ukurannya dari yang foto KTP samapi yang 10R ada. Dia punya stand, yang cuma terdiri dari sebuah meja dan kursi, di sebuah tempat rental film di daerah Mrican. Aku menolongnya dengan menjaga stand dan menerima pesanan. Gilee….. liar2 banget loh cewek2 yang pesen! eh, tapi gak cuma cewek aja looh, cowok juga ada! tapi mereka malu2..tunggu stand agak sepi (dan itu jarang banget terjadi) baru mereka berani mendekat, melihat2 contoh foto yang udah ada dan memesannya. Haha!

Yah, saat itu mau gak mau aku agak terbawa sama romantisme yang diusung sama MG. Tapi aku gak nyesel kok..haa..haa..! Dan bener kata mbak raragita (boleh ya aku panggil mbak?) masing2 karakter punya kekuatan yang membuat orang akan mudah untuk menyukainya (kecuali mereka yang emang dari awal dah jelas2 gak suka sama serial2 jenis ini). Aku juga sempet download versi komiknya (pake bahasa Inggris) dan itu lebih dalem dibanding versi filmnya. Tau gak seh, kalo Hana Yori Dango itu juga punya arti dalam bahasa Jepang yang dalem juga? Orang2 Jepang kan sukanya juga berfilsafat. Jadi dalam memberi judul film mereka juga masukkan filsafat Jepang di dalamnya. Gak ketinggalan jaman malah semakin membungkus cerita menjadi romantis. Aku lupa apa bahasa Inggrisnya..ada flower gitu deh..

Sampai sekarang aku masih simpen paper tugas akhir ku itu. Dan itu adalah satu2nya tulisan yang ku buat dalam bahasa Inggris! Parahnya, waktu itu pengujiku sama sekali gak tau apa itu MG… Doenk! Padahal beliau masih muda dan seharusnya masih tau lah apa yang saat itu sedang in. Aku jadi merasa sedikit kecewa. Bukan karena bahanku yang gak oke (haha, narsis ah..) tapi karena beliau gak tau apa yang ku tulis jadi rasanya gak seru dan gak afdol ujiannya. Kan beliau jadi gak banyak tanya karena ketidaktahuannya itu. Heheheh…mungkin seharusnya aku bersyukur yak? Kayak kalo pendadaran kan kebanyakan mahasiswa malah seneng kalo dosennya gak nanya macem2..

Sekarang aku gak tau kemana file2 ttg HYD dan MG itu. Kayaknya setelah tugas paper selesai, demam MG yang sempat menyerang diriku juga reda. Apa obatnya? Waktu. Cie…

[Tulisan ini bisa juga dilihat di blog Raragita]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s