What A Man

Kamis, 4 Oktober 2007

21.01

Aku baru aja nonton film The Nativity Story. Tau film ini dari Nandar dan berdasarkan rekomendasinya maka aku akhirnya nyewa VCD (ori lohhh….). Sebelumnya aku dah buka2 web dari film ini dan karena waktu itu loadingnya lama banget maka aku gak bisa lihat2 lebih banyak. Tapi lumayan bagus juga webnya.

The Nativity Story
The Nativity Story

Kata Nandar film ini kembali mencoba melihat peristiwa dari salah satu bagian kehidupan Yesus secara lebih manusiawi. Dan ini tentang Yusuf dan Maria. Kalo Maria…aku rasa dah banyak yang menceritkan tentang dia, tetapi Yusuf??

Sebagai cowok….kasian banget deh dia waktu tau tunangannya hamil…. Apalagi saat itu kan mereka belum pernah berhubungan… Aku suka ekspresinya waktu ngeliat Maria pulang dalam keadaan perut yang sudah mulai membuncit. Padahal sudah dinanti2, dah dibangunin rumah, dah penuh dengan impian gitu deh….

Akhirnya dalam mimpi Yusuf mendapatkan perintah untuk tidak meninggalkan Maria. What?!! Iya juga ya….kalo biasa baca di Alkitab kok kayaknya datar2 aja…coba kalo dibayangkan dan diperhatikan lebih dalam lagi… Piye? Cowok yang harus “bertanggung jawab”..padahal dia agak tau apa2…

Kaisar nyuruh sensus dan itu artinya Yusuf dah harus balik ke kampung halamannya di Betlehem… Maria ikut dong… maka dimulailah perjalanan penuh perjuangan…Oh iya, di akhir film waktu Tuhan bilang sama Yusuf untuk pergi ke Mesir aku sempet lihat peta yang ada di bagian belakang Alkitab untuk melihat sejauh apakah Betlehem dari Mesir…lumayan jauh bangeeet! Pertama dari Nazaret terus ke Betlehem terus ke Mesir…dan itu dijalani cuma dengan make kendaraan seekor keledai yang itupun ditunggangi Maria (dan bayi Yesus setelah lahir). Penggambaran perjuangan Yusuf dalam membawa keluarganya ini cukup baik (heheh…sok tau banget..)…tapi beneran!

Perjalanan
Perjalanan

Melewati tanah berpasir, diterpa angin, malam yang dingin, siang yang panas…. Makanan yang seadanya banget (malah harus berbagi dengan si keledai pula!). Yusuf benar2 menjaga Maria dan bayi yang sedang dikandungnya. Aku juga terkesan dengan kata2 Yusuf setelah dia bermimpi. Dia datang pada Maria dan bilang bahwa dia menerima Maria. Maria sempat ngingetin Yusuf tentang apa yang akan dikatakan oleh orang2 nanti. Dia bilang pada Maria,

You’re my wife…. I’m your husband … that’s all I need they want to know…
You’re my wife…. I’m your husband … that’s all I need they want to know…

Juga waktu akhirnya mereka meninggalkan Nazaret diiringi oleh tatapan tidak mengenakkan dari teman dan tetangga Yusuf malah bilang sambil tersenyum, ” They’re gonna miss us…” Hehehhe… sense of humor yg enak… Bener apa kata Maria pada bayi yang ada di janinnya waktu dia membasuh kaki Yusuf yang tertidur kecapean setelah lama berjalan bahwa Yusuf nantinya akan menjadi ayah yang hebat.

Wuih, what a man of that time for me…. One in a million kali ye… Pasti ketaatannya pada Allah yang membuatnya mau melakukan semua itu. Kalo aja dia lebih mendengar apa kata orang dan saran teman2nya untuk meninggalkan Maria, apa yang akan terjadi..? Ya..ya..ya… pasti banyak pertanyaan yang muncul dalam hati dan pikirannya saat itu. Jangankan dalam kasus khusus seperti Maria, seorang pria yang mau mengambil seseorang menjadi istrinya dalam keadaan normal dan biasa di belahan dunia manapun pasti akan merasa berjuta perasaan dalam hati dan pikirannya. Pasti banyak pertimbangan, pemikiran, nasehat pertimbangan de el el.. Aku punya satu adek cowok (satu2nya euy…). Aku inget waktu chat sama dia via YM. Dia bilang dengan gamblang bahwa yang dia pikirkan sekarang adalah bagaimana bisa menyelesaikan skripsi, terus kerja dan kemudian mengumpulkan sinamot (dalam budaya Batak yang kurang lebih maksudnya seperti mas kawin gitu…). Saat itu aku cuma ketawa aja…tapi pas aku pikir,,,,iya juga yah…. Walo pun gak semua orang nantinya akan menikah (aku sudah menyaksikannya pada beberapa orang yang ku kenal) tetapi bagi yang mau menikah salah satu yang dipikirkan adalah modal. Seperti halnya juga waktu aku ditanya teman tentang hubunganku dengan seseorang yang sedang dekat denganku. Dengan lihai aku berhasil menghindar dari pertanyaan itu (heheheh,,,,) dengan bertanya balik tentang hubungannya dengan orang yang juga sedang dekat dengan dia (temenku ini cowok). Dia jawab baik2 saja..Aku tanya bagamana ke depannya nanti (itu pertanyaan yang sama yang dia tanyakan padaku sebelumnya)… dan dia jawab, ”Sekarang yang penting cari modal..HAHAHHA…!”

Mungin karena mengikuti tuntutan jaman makanya cowok2 sekarang punya pola pikir seperti itu. Aku juga kurang tahu. Walopun mungkin ada hal lain yang jadi penyebabnya. Tapi kebayang gak seeh kalo dulu Yusuf juga seperti itu? Okelah, dia mau terima Maria (itu juga dah penuh pengorbanan,,,) terus Maria mo dikasih makan apa? Yusuf cuma petani yang kendaraannya aja dipinjemin (ato di kasih?) sama mertuanya. Coba kalo dia bilang…” Mar, aku cari uang dulu yang banyak, nanti kalo dah banyak aku bakal dateng lagi untuk menikahimu…” atau ” Mar, dah bagus aku mau mengambilmu sebagai istri,,,nah, sekarang kamu harus tunggu sampe aku kaya dulu, baru nanti kita nikah ya..”

” Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam” Ini adalah ayat liturgi kakakku saat kita masih sekolah minggu duluuu…hehehhe, sudah selama itu ternyata…Aku inget banget sampe aku sendiri lupa apa ayat yang jadi bagianku. Kenapa aku inget banget? Pertama, karena aku suka cerita kelahiran Yesus. Kedua karena buat anak kecil ayat ini sudah termasuk panjang dan aku suka ikut2 menolong kakakku dalam menghapalnya…(atau mengacaukan yah saat itu..aku lupa…) Yang pasti ayat ini selalu diulang2 oleh kakak supaya dia hapal…mungkin karena itu juga maka aku hapal. Ketiga, kata2 dalam ayat ini adalah sangat aneh dan baru untuk seorang anak kecil. Mana ngerti aku saat itu sama kata ”mencemarkan”, ”di muka umum”, ”menceraikan”, ”dengan diam-diam”… Dan apa alasannya?

Dari film the Nativity Story ada scene yang menceritakan hal ini, walo agak tersirat menurutku. Pada saat orangtua Maria memarahi dan menginterogasi Maria ketika pulang dari rumah Elisabet dalam keadaan hamil. Yusuf meminta agar dia boleh bicara. Di akhir pembicaraannya dia bilang bahwa dia gak menuntut Maria dan itu artinya tidak akan ada pengadilan. Kalo sampe ada pengadilan maka nanti akan ditanya siapa ayah dari bayi yang dikandung Maria. Jelas bukan Yusuf dan dia juga gak mau bohong, Maria pun tidak memintanya melakukan hal itu. Tetapi orang2 juga gak akan percaya pada kebenaran yang sesungguhnya. Maka bisa jadi Maria akan mati dihujani batu oleh penduduk. Lalu dalam mimpinya juga Yusuf terkesan “ingin menceraikan Maria dengan diam-diam” namun malaikat datang dan seterusnya dapat kita ketahui.

Sekali lagi…pasti suatu keputuan yang amat sangat sulit bagi Yusuf saat itu untuk mengambil Maria sebagai istrinya mengingat kondisi dan keadaan yang ada dibandingkan dengan norma, adat dan hukum yang berlaku saat itu…tapi apakah itu yang sebenarnya? Apakah ada saat dimana dia merasa sangat yakin dan sukacita dengan keputusan yang sudah dia buat? Apa yang membuatnya merasa begitu?

Yusuf…Yusuf… nanti deh aku tanya langsung sama kamu kalo kita dah ketemu…^.^

22.30

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s