Sampai Depan Pintu Aja Ya…

Hal mengantar tamu sampai depan pintu rumah atau pagar aku pelajari dari orang tuaku sejak aku masih kecil. Biasa kalau ada keluarga datang dan kemudian ingin pulang, Mama dan atau Bapak akan menemni sampai depan pintu rumah. Rumah orang tuaku tidak punya halaman yang luas. Begitu keluar dari pintu ruang tamu hanya beberapa langkah saja sudah ketemu pintu pagar yang berhadapan dengan jalan beraspal. Tapi kadang juga mereka mengantar sampai pintu ruang tamu dan kemudian masuk lagi.

Aku lupa sejak kapan tapi sekarang aku punya kebiasaan baru saat mengantar orang yang akan keluar rumah. Aku akan menunggu orang yang akan pergi itu sampai tidak terlihat lagi oleh mataku. Entah dia pergi dengan menggunakan motor, mobil atau jalan kaki. Biasanya orang itu sudah tidak terlihat lagi kalau dia mengikuti jalanan yang berbelok. Jelas ku gak ngikutin dia dari belakang. Kalo itu namanya menguntit dan dia gak akan pernah lepas dari pandanganku.

Reaksi mereka yang tau aku menunggu dengan cara itu berbeda-beda. Ada yang bilang gak usah ditungguin sambil meminta aku langsung masuk aja. Ada yang kira aku masih belum mau tamu itu pulang sehingga malah ngajak ngobrol lagi di luar. Ada juga yang bener-bener gak tau kalo aku masih berdiri di muka pintu jadi terkejut dan salah tingkah. Hahaha.. bukan maksudnya mau ngagetin atau mergokin atau apapun loh..

Aku pernah baca sebuah buku dimana pengarangnya menulis bahwa saat kita terus melihat seorang yang pergi meninggalkan kita sampai dia hilang dari pandangan maka sebenarnya kita gak mau orang itu cepat-cepat pergi. Selain itu, masih menurut si penulis, dengan terus melihat kepaa orang yang sedang pergi maka kenangan akan orang itu akan bertahan lebih lama dari hanya yang sekedar mengantar sampai keluar dari pintu saja. Kalo berpisah untuk jangka waktu yang lama mungkin iya. Aku ingat waktu Mama dan Bapak pulang kampung. Kami mengantar sampai pelabuhan dan melihat mereka terus menjauh di atas kapal yang membawa mereka sampai mereka dan kapal itu terlihat semakin kecil. Waktu itu gak bisa terus melihat sampai kapal itu benar-benar hilang karena sudah sore dan harus segera kembali ke rumah yang jaraknya jauh dari pelabuhan. Mereka pergi kurang lebih sebulan lamanya. Tapi kalau orang-orang yang sering ketemu atau bahkan yang tiap hari ketemu, apakah masih perlu juga melakukan hal yang sama? Aku rasa iya. Tapi itu kadang tergantung dari orang yang akan meninggalkan kita juga.

Awalnya aku sendiri agak risih waktu ditungguin kayak gitu. Biasanya kan pake sepatu dulu, basa-basi de el el. Tapi tuan rumah yang baik selalu bisa membuat tamunya merasa nyaman. Dan aku pernah ketemu degan tuan rumah yang seperti itu. Dengan ditemani sampai aku benar-benar pergi membuat aku merasa aman.Walaupun mereka hanya menemani dengan pandangan mata dari belakangku saja.

Aku ingat suatu hari harus berpisah dengan seseorang. Dia bukan tamu. Justru dia yang mengantarku sampai depan pintu. Lalu dia pamit harus kembali lagi. Siang itu langit gelap dan angin bertiup kencang menandakan akan turun hujan. Aku mencoba menahannya untuk tidak segera pergi tapi tidak bisa. Yang bisa ku lakukan adalah mengikuti dia dari belakang dengan pandanganku. Pelan-pelan sampai punggungnya sudah tidak terlihat lagi. Saat itu aku sadar bahwa aku gak mau dia cepat-cepat pergi. Hohoho…sampai sekarang aku belum bertemu lagi dengannya.

Well, kalau tadi aku gak tau tepatnya kapan kebiasaan baru ini terbentuk sekarang aku juga gak tau kapan kebiasaan ini akan bertahan. Kalau kasusnya nanti sama dengan yang di atas, dimana aku gak bisa ketemu lagi, mending aku hentikan aja ya.. Aku temani sampai pintu depan aja. Gimana?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s