Temuan Baru dari BCL

Sebagai orang yang suka mendengar musik seharian sambil kerja aku punya daftar lagu sendiri yang kusebut my playlist. STD… alias standard banget sih namanya, gak ada personal-personalnya. Justru yang bersifat pribadi itu adalah pilihan lagu-lagu yang ada di dalamnya.

Total lagu ada 96 buah dan itu masih akan mungkin bertambah, juga berkurang. Seperti yang baru kulakukan hari ini dimana aku menghapus 3 lagu. Kenapa? Karena lagu-lagu itu sudah tidak ada meaningnya lagi. Nah lo…kalau begitu apa dong kriterianya sebuah lagu itu punya meaning atau tidak? Hehehe, itu terserah aku dunk! Tapi ini aku kasih bocoran beberapa alasannya:

1. Lagu yang kupilih biasanya yang memiliki lirik yang baik dan membangun. Itu wajib. Kadang ada lagu yang musiknya bagus tapi kata-kata di dalamnya tidak jelas. Well, itu juga yang masih aku saring sampe sekarang. Tidak semua lagu dengan musik menghentak itu jelek dan sebaliknya tidak semua lagu dengan irama slow itu enak didengar.Untuk itu aku selalu berusaha mencari lirik dari semua lagu yang ada di daftar itu. Sampai sekarang sih belum lengkap tapi setidaknya yang liriknya berbahasa Indonesia aku sudah tahu.

2. Lagu-lagu itu setidaknya pernah jadi soundtrack of my life seberapapun singkat masa waktunya. Ada lagu Boyz II Men yang mewakili rasa terima kasihku pada mama. Lagu Boyzone yang membawa kenanganku pada sahabat-sahabatku waktu SMP. Sampai lagunya Mytha yang mengingatkanku bahwa masa remaja itu adalah masa yang indah dan sayang banget kalo sampai terbuang dengan percuma.

3. Lagu itu punya sesuatu yang unik secara keseluruhan. Bisa dari musiknya, liriknya, tingkat kesulitan, atau suara penyanyinya. Mungkin bukan berasal dari penyanyi yang aku suka, mostly sih iya. Beberapa penyanyinya juga aku tidak pernah aku lihat. Makanya tidak melulu lagu Indonesia, Barat, India, Jepang, Korea juga ada. Dari pop, dangdut, klasik, dan..ah, aku gak tau banyak tentang berbagai aliran musik. Masing-masing aliran musik itu kan punya ciri khas sendiri.

Nah, setidaknya sudah ada 3 alasan. Yang lainnya tetep: Terserah aku! 🙂 Termasuk waktu seorang temen bilang kenapa Bunga Citra Lestari atau BCL bisa terus bernyanyi dan buat album dengan suara yang pas-pasan seperti itu. Ya, itu terserah dia berpendapat demikian. Buatku masih ada satu lagu dari BCL yang akhirnya layak masuk di daftarku setelah sebelumnya ada yang duet dengan Ari Lasso. Judulnya Kecewa. Lagunya gak baru-baru amat tapi sampai sekarang aku belom pernah lihat video klipnya. Emang jarang liat tipi juga sih. Waktu pertama kali denger lagu itu dari kamar sebelah aku cukup menikmati walo gak ngerti apa kalimat yang dinyanyikan. Ketukannya itu kalo gak salah berubah-ubah.  Pas tau kalo itu lagunya BCL aku cukup kaget. Lumayan susah loh bawa lagu itu. Ya, itu menurutku dan menurut temenku yang anggota paduan suara mahasiswa. So, aku menghargai usaha dan hasil yang sudah diberikan BCL.

Lalu apa dunk temuan barunya? Gini… aku baru tau apa lirik dari lagu Kecewa tersebut. Awalnya aku inget ajakan temen kost semalem buat karaokean. Terus siang tadi aku ngomong tentang ajakan karaokean tadi ke temen kerjaku yang juga satu kost denganku. Pas saat itu terdengar lagu Kecewa di  player. Aku sempet nanya sama temenku itu apakah dia bisa menyanyikan lagu  itu kalo misalnya kami karokean beneran. Ternyata dia bilang gak bisa karena gak tau liriknya. Halah… sama dunk kalo gitu. Aku juga gak tau…apalagi di awalnya BCL tuh seakan berbisik tapi ada nadanya jadi gak terlalu aku perhatikan. Terus kita iseng untuk berkaraoke ria dengan lagu. Enggak beneran karaoke tapi intinya denger MP3, bernyanyi bersama sambil baca teks lagunya. Cari-cari lirik lagu… bentar aja kok..dan ternyata setelah ku amati  kok masuk dalam alasan kedua buatanku di atas ya? Hehehheee… jadi ketawa kalo inget masa itu…

Sedikit waktu yang kau miliki
Luangkanlah untukku
Harap secepatnya datangi aku
S’kali ini ku mohon padamu
Ada yang ingin ku sampaikan
Sempatkanlah…

Hampa kesal dan amarah
S’luruhnya ada dibenakku
Tandai seketika
Hati yang tak terbalas
Oleh cintamu…

Kuingin marah melampiaskan
Tapi kuhanyalah sendiri disini
Ingin kutunjukkan pada siapa saja yang ada
Bahwa hatiku kecewa…

Sedetik menunggumu disini
S’perti seharian berkali kulihat jam ditangan
Demi membunuh waktu
Tak kulihat tanda kehadiranmu
Yang semakin meyakiniku
Kau tak datang

Selama ini yang aku tahu biasanya dari bagian reff aja dan jujur aku gak terlalu suka. Maksudku,  ngapain juga marah-marah gak jelas kayak gitu. Iya kan? Apalagi yang namanya reff selalu diulang-ulang. Wah…kasian banget… Aku aja yang dengerin jadi capek apalagi BCL yang mesti menyanyikan dengan penuh penghayatan… Phew…

Tapi beneran..ternyata ada juga masa dalam hidupku yang kayaknya pas banget kalo dijadiin video klipnya. Aku ingat rasanya dan emang gak enak banget.. Haha! 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s