I’m 51!

TimbanganNi pasti timbangannya yang error. Tapi kalo beneran juga gpp kok. Haha! Soale baru kali ini dalam sejarah beratku mencapai 51 kilo. Yang paling aku ingat itu sewaktu masa SMP beratku gak jauh-jauh dari 45an kilo dan itu bertahan terus selama beberapa tahun. Aku inget banget waktu kelas 1 SMP. Waktu  itu pulang kampung. Sebenernya bukan aku yang punya kampung karena aku ndak lahir di pulau Sumatra. Jadi itu kampungnya bapak dan mama. Nah, waktu itu di rumah sodaranya bapak ada pemuda kampung yang ceritanya (katanya) mau datang dan bertamu. Sepertinya dia dah tau kalo bakal ada orang Jakarta yang datang. Entah kenapa waktu itu aku dan kakakku malah lari dan bersembunyi di kamar. Eh, kami berdua atau cuma aku aja yak? Oke, kamu boleh ngetawain deh… Pas pemuda itu datang aku dengar dia memanggil. Aku gak ngerti. Belakangan sodaraku bilang pemuda tadi manggil aku dengan sebutan anak kecil yang kurus. Sebenernya dia pake istilah lain dari kurus yang maksudnya lebih daripada kurus. Duh… segitu kurusnya kah diriku?

Sampai waktu selesai KKN berat badanku naik 2 kilo. Hee… KKN yang sukses! Kerasa juga sih waktu itu. Walopun bekerja keras selama 2 bulan tapi tetep aja makan kan terjamin. Walo makanannya juga sederhana tapi kalo teratur dan sehat tetep aja berpengaruh. Baru naik 1 kilo lagi setelah 3 tahun lulus kuliah. Itupun terkaget-kaget. Kok bisa? Padahal pola makanku gak berubah.

Dan pagi ini, waktu lagi iseng lewat timbangan yang emang sengaja dibeli sama temenku buat ditaro di ruang tamu kantor, aku kembali kaget. Kok bisa di angka 51? Padahal beberapa hari ini aku lagi sakit. Biasalah, bukan mau mengkambinghitamkan cuaca. Akunya aja yang gak prepare dalam menghadapi perubahan iklim jadi kena panas dalam lengkap dengan gejala-gejalanya. Ya sariawan, bibir pecah-pecah, tenggorokan kering tapi gak susah BAB. Iseng nimbang mau lihat aja apakah sakitnya berpengaruh terhadap berat badanku. pasalanya aku jadi ngerasa malas makan karena tenggorokan sakit dan rasanya semua jadi pahit. Kok malah naik?

Gak percaya aku panggil Rini. Dan dia jadi saksi dari jarum timbangan yang emang melewati angka 50 dan tepatnya ada di garis pertama setelah 50. Biasanya kalo timbangan error, mau 2 atau 3 orang yang nimbang pasti angka akan menunjukkan ukuran orang pertama. Kok Rini tetap dengan angka dia sebelumnya?

Hohoho…aku sih seneng aja. Soale baru beberapa hari yang lalu waktu lagi googling aku dapet situs yang sebenernya gak ada hubungannya dengan apa yang sedang aku cari. Nah, disitu ada fasilitas untuk mengetahi berapa berat badan ideal kita. Iseng aku dan 2 temanku yang lain memasukkan berat dan tinggi badan kami. Dan menurut perhitungan situs itu berat bada idealku adalah 52 kilo walaupun berat yang sekarang masih dalam batas normal. Malah Rini yang protes karena, lagi-lagi menurut situs itu, berat badannya gak normal. Tapi dia emang udah ngerasa kok. Yang disampaikan oleh perhitungan itu cuma peneguhan aja kok. Hehehe…

Well, buatku sih yang penting sehat. Rini tuh sehat-sehat aja kok. Kalo aku emang banyak yang bilang masih bisa kok nambah lagi. Itu bahasa halusnya untuk bilang kalo aku tuh kurus. Yang penting sehat deh… gak kayak aku sekarang yang masih meler-meler idungnya. Gak tau, kemaren badan ni puanas banget. Padahal lagi perjalanan dari dak ke Solo. Amazing grace bisa pulang pergi dengan selamat. Tidur aja selama perjalanan plus di stasiun. Pas panas dah turun yang ada sekarang malah batuk, bersin dan pilek. Tuh kan, mau kurus kek, gemuk kek.. yang penting sehat deh!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s