24

Seandainya hidup itu dihitung perjam, maka hidupmu sekarang sudah pas 24 jam=24 tahun. 24 jam yang sangat singkat. Ada waktu pagi, siang terik, sore teduh, malam gelap. 24 jam tak terasa berlalu. Tidak bisa terulang hal yang sama lagi. Kegagalan, keberhasilan. Tangis, tawa. Orang-orang yang mendukung, orang-orang yang menjebak.

24  jam berlalu. Seperti uap air yang sebentar lenyap. Seperti bayangan yang sebentar hilang. Seperti mimpi… 24 jam yang singkat. Sekarang pas 24 jam. Kalau jam pasti menunjukkan waktu 00.00, waktu tergelap dalam malam. Inikah tempatmu berada sekarang? Gelap. Tidak tahu ada dimana, mau kemana. Apa pagi akan datang. Apa 1 jam lagi akan menjelang.

Gelap. Memilih untuk tidak menutup mata. Lewati malam di luar sana. Lari dari segala masalah pertanyaan.. Lari dari kenyataan. Lawan semua dengan sisa-sisa tenaga. Apa yang kau tuju? Apa kau tidak lelah mencari-cari, berkeliling? Coba perhatikan jarum jam di waktu 00.00, dimana posisi mereka?

Kalau saja kau bisa belajar dari jarum jam itu. Bahkan disaat tergelap pun mereka tahu harus mengarahkan diri kemana. Lihat. Mereka bersatu, arahkan diri ke atas. Mereka tidak semaunya ke kanan atau kiri. Belajarlah dari mereka. Hentikan segala pelarianmu. Segala aktivitas yang membuatmu jauh dari-Nya. Dia tidak melihat kesibukanmu, tapi hatimu.

Datang pada Tuhan. Kembali. Akui segala pemberontakan. Minta pengampunan. Lepaskan maaf. Dia selalu menunggu. Dia mendengar tiap doa dan tangisan orang-orang yang berdoa dan mengangis untukmu. Jangan keraskan hatimu. Minta 24 jam yang sama sekali berbeda. Bukan kebetulan hari ini hari pencurahan Roh Kudus. Minta Roh Kudus ubahkan hatimu. Sekarang waktunya!

24 jam… Selesai.

I love you, my dear brother….