Nonton Horton Hears A Who

Horton Hears A Who
Horton Hears A Who

Hiks… terserah kamu percaya atau enggak, ni film adalah film animasi pertama yang mampu membuatku menangis ketika menontonnya. Ada bagian yang sangat membuatku merasa sedis sekaligus senang. Jadi airmatanya itu airmata bahagia atau duka ya? Keduanya deh..

Sedari awal film ini keluar aku dah pingin banget nonton. Alasannya sederhana: Mau lihat gajah yang berwajah seperti Jim Carrey. Soale kata sebuah sumber yang kubaca, tokoh gajah disini sengaja banget dibuat seperti Jim. Gak cuma suaranya aja yang emang diisi oleh suara Jim tapi juga ekspresi2nya. Huihihihi… dah kebayang lucunya, apalagi waktu lihat trailernya.

Sayang, aku gak perhatiin jadwalnya di bioskop. Lagian juga, aku agak pilih2 kalo mo nonton di bioskop. Kamu tau kan… Buatku gak semua film itu enak ditonton di bioskop. “Terus, kalo ke bioskop, kamu suka nonton film kayak apa dong?’, tanya Om. Ya…film yang layak ditonton di bioskop! Itu juga menurut seleraku sih. Bisa aja beda dengan orang lain. Biasanya tuh film yang emang butuh sound effect yang gak biasa. Terus juga film dengan picture yang bikin mata seger. I’m not talking about the actor or actrees.  Gitu deh… simpel aja sih. Kalo film animasi…aku belum pernah nonton di bioskop karena biasanya nanti juga lari ke tipi. Heheheh… yah… di bioskop atau tidak, yang penting tuh film original, gak bajakan. Karena itulah…lama banget sampe akhirnya aku bisa nonton Horton Hears A Who. Soale VCD orinya sering keluar di rental. Tapi akhirnya… disaat aku gak berencana pinjem, eh VCD nya malah ada. Ya udah, kita nonton.

Aku baca beberapa komentar orang-orang yang dah nonton. Huwah, komentarnya berat-berat! Gak tau ya.. kenapa film ini mesti dipandang seserius itu. Macem-macem deh kaitannya. Emang sih aku pernah baca kalo tulisan Dr. Seuss, walo bentuknya cerita anak-anak gitu tetep ada muatan dan pesan moralnya. Tetapi aku pikir orang-orang terlalu memberi analisa yang membuat otak berpikir keras. Atau emang akunya aja yang gak dong alias gak ngerti sama jalan pikiran penulis atau mereka yang memberikan komentar ya?

You know, aku bayangin kalo aku adalah salah satu dari the Who. Bagaimana rasanya hidup dalam sebuah dunia yang selama ini aku kenal tanpa tahu kalo diluar sana masih ada lagi sesuatu yang ternyata lebiih lebih lebih besar dari aku dan bahkan duniaku. Tadi pagi waktu PD pagi seperti biasa aku melihat sesuatu yang melayang-layang. Sebuah titik. Entah debu atau apa. Lalu akujulurkan telunjuk untuk menangkapnya. Aku oandangi bener-bener titik itu sambil mencoba membayangkan seandainya ada makhluk hidup yang tinggal dan hidup disana. Gak cuma satu tapi banyak. Lalu aku tersentak,  keluar dari lamunan dan segera membuang titik itu. Sambil tersenyum tentunya.

Tapi bagian itu yang mampu membuat aku menangis. Melihat bagaimana teguhnya keyakina Horton akan adanya sesuatu dalam titik debu. Bagaimana dia juga mencoba meyakinkan orang lain kalo ada sesuatu yang berharga yang harus diselamatkan dalam titik debi itu. Bagaimana dia amat sangat menjaga agar titik debu itu gak sampe jatuh dan hancur. Dan bagaimana dia benar-benar mencari titik debu itu ditengah hamparan jutaan bunga yang terlihat sama. Perjuangan banget kan…..

Aku bayangin bagaimana Allah juga menjagai dan menopang Bumi ini dan segala isinya, termasuk aku. Dia yang begitu besar itu kok mau-maunya memperhatikan aku yang gak ada apa-apanya ini. Jauh lebih kecil dari apa yang ada di alam semesta ini. Aku bayangin Dia mencari aku, betul-betul mencari, dan mendapatkan aku. Bagaimana Dia melindungi dunia ini, menyelimutinya dengan kasih sayang-Nya. Whoville sama sekali gak tau kalo diluar sana gelap atau terang, siang atau malam. Mereka hidup dengan tenteram, bahagia dan sebagaimana layaknya hidup sehari-hari di Bumi ini. Dan mereka percaya sama Horton untuk dapat menyelamatkan mereka. Padahal mereka aja belom tahu dan belum pernah melihat Horton itu siapa, gajah itu seperti apa. Aku bayangin Yesus yang dah mati buat aku dan aku menerima karya keselamatan yang sudah Dia kerjakan. Aku percaya walo aku sama sekali belum pernah melihat seperti apa Yesus itu. Aku percaya dengan iman. Mungkin itu juga yang diliki sama warga Whoville. Mereka percaya.

Aku juga belajar dari Horton tentang bagaimana mempertahankan apa yang kita yakini. Banyak yang bilang Horton gila, ngaaco, ngawur. Orangtua (tepatnya para induk hewan di hutan) pada takut anak-anak mereka terpengaruh. Tetapi Horton tahu apa yang dia percaya dan dia tetap mempertahankan apa yang dia percayai itu seberapapun resiko yang harus dia ambil dan bahaya yang harus dia hadapi. Dengan rasa sayangnya yang tulus pada makhluk yang juga sama sekali belum pernah dia lihat, dia berjanji untuk menjaga dan melindungi warga Who. Mengembalikan titik debu ke tempat tinggi supaya tidak terancam bahaya lagi dengan terus melayang-layang ditengah hutan belantara.

Sejauh itu langkah yang Horton ambil untuk menyelamatkan sebuah titik debu. Tidak, bukan hanya setitik debu, tapi kehidupan yang ada di dalamnya. Lebih jauh lagi langkah yang sudah Yesus ambil untuk menyelamatkan aku dan kehidupan yang ada dalam diriku. Huwah……….. matur nuwun Gusti Yesus!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s