Enaknya Kalo Kita Bisa Jujur

Tuhan aku ingin mencurahkan isi hatiku kepada-Mu
Dia tak kuanggap tak kupandang, sama sekali ku tak cinta
Tapi sesuatu tlah terjadi menjadi terbalik
Kini kurasa yang dia rasa padaku

Jika cinta biarkanlah aku jadi cinta
Jika sayang biarkanlah aku jadi sayang
Hatiku kini miliknya Tuhan tolong jangan jodohkan dia dengan yang lain

Dia kuhindari kujauhi sama sekali ku tak cinta
Tapi sesuatu tlah terjadi menjadi terbalik

Kini kurasa yang dia rasa padaku

Hm.. pertama kali denger lagu ini di kamar kostnya temenku. Sendiri, malem minggu. Temenku ini lagi KKN di Gunung Kidul. Dengerin radio sambil makan  emang kegiatan yang mengasyikan.

Denger punya denger… ini siaran radio kayaknya bakalan full lagu-lagu doang. Aku inget Sabtu yang lalu juga dengar siaran dari stasiun radio yang sama tapi beda jam. Diawal lagu-lagu yang diputar sepertinya sedang mengisahkan awal-awal  gimana perasaan seseorang yang sedang jatuh cinta. Melow abeeesss!!! Lagu di atas dipasang di urutan kedua. Dari musik awalnya kok bagus ya.. Lalu terdengar kata pertama dari syairnya. Eh, ternyata suara Delon. Akhirnya aku tahu keseluruhan kata-katanya. Gak pertama kali sih denger lagu ini tapi untuk versi lengkapnya ya baru malam itu.

Mungkin karena terbawa suasana yang dah terbangun melow dari awal aku pun lama-lama ikut memperhatikan apa yang sedang dinyanyikan. Biasanya kalo dengerin musik sambil lalu, aku hanya menikmati alunan musiknya aja. Tapi malam itu aku jadi menyimak benar. Ngomong apa sih Delon?

Dan ternyata…Hahahah….! Lucu deh tuh lagu. Jujur banget. Aku bisa bayangin seandainya itu bener-bener terjadi pada Delon, dia pasti bingung dan merasa merana sekali sampe-sampe minta sama Tuhan supaya gak menjodohkan orang yang (akhirnya) memiliki hatinya dengan orang lain. Menyebalkan, tetapi jujur. Apalagi dibungkus dengan tempo lagu yang lambat, mendayu dan nada-nada yang manis. Kalau gak nyimak mungkin aku kira dia lagi curhat apalah… secara dari awal dah bilang ” Tuhan aku ingin mencurahkan isi hatiku kepada-Mu…” Ternyata… bener-bener terbalik.

Aku belum pernah lihat video klipnya, kalau ada. Dan aku juga gak tau siapa pencipta lagu ini, baik penulis maupun yang aransemen musik. Sebenernya kata-katanya simpel banget tapi karena dibalut musik yang indah maka rasanya jadi gimana ya… Agak berlebihan untuk musik sebagus itu. Mungkin kalo lagu ini dibuat dengan model parodi dan irama yang cepat akan lebih ngena dengan kata-katanya.

Tetapi..hey… memang kenapa dengan kata-kata sederhana dan musik indah? Lagipula sebenernya perasaan yang ingin disampaikan oleh lagu itu bukanlah sesuatu yang ingin ditertawakan atau dianggap sesuatu yang lucu. Aku pikir Delon sudah cukup bagus dalam membawakanya. Kerasa bagaimana dia merasa tumbuhnya perasaan cinta dalam dirinya setelah sekian lama dia sama sekali tidak mengacuhkannya. Ini kan sesuatu yang luar biasa. Perubahan yang dia alami pasti juga banyak dialami orang orang lain.  Gak melulu dari yang gak ada rasa menjadi ada rasa tetapi juga bisa sebaliknya. Dari yang awalnya cinta menjadi mati rasa. Perubahan rasa. Perubahan sikap hati. Dan mengakui dengan jujur perubahan itu.

Kembali ke ingatanku Sabtu lalu waktu aku denger siaran yang sama di jam yang berbeda. Waktu itu aku dengar lagu-lagu yang mewakili perasaan seseorang yang harus melepaskan perasaan cinta yang udah selama ini dimiliki. Lagunya, lagi-lagi, melow dan penuh dengan kata-kata yang kalo didengar oleh yang sedang merasakan hal yang sama, ditanggung bakalan nuangis-nuangis deh. Waktu itu aku sempet denger 2 lagu sebelum menyimpulkan, ” Kok temanya sama-sama tentang patah hati ya?”

Apa jangan-jangan siaran ini khusus memutar lagu-lagu yang bercerita tentang perjalanan cinta? Dari awal merangkai, menjalani, menikmati, menemukan hal-hal-yang mengejutkan, menyesal, membuat beberapa keputusan dan seterusnya sampai berakhir pada mempersatukan ikatan cinta itu untuk selama-lamanya dalam mahligai pernikahan…atau berakhir pada perpisahan. Bisa jadi, bisa juga tidak jadi. Mungkin itu hanya tebakanku aja sebagai pendengar yang cuma denger 2 lagu pertama dan 2 lagu terakhir di waktu, tempat dan kesempatan berbeda.

Apapun tujuan dari pemutaran lagu-lagu itu, aku merasakan kejujuran yang dengan lugas dikatakan melalui alunan nada dan irama. Terutama lagu di atas tadi. ” Enak aja minta jodoh dijauhkan… emangnya dia siapa?”, kata temanku. ” Giliran dah ngerasa aja, baru tau rasa deh..”, kata yang lain. ” Yah, namanya aja usaha, kan boleh minta sama Tuhan..”, kata temanku yang lain juga.

Enak ya kalo kita bisa jujur sama perasaan kita tanpa perlu takut untuk dipojokkan, dihina, atau dianggap buruk? Mungkin kata-kata yang keluar akan menyakiti beberapa pihak yang mendengar. Tetapi ketika kita sudah mengatakan apa yang menjadi kenyataan dalam hati, mengakui bahwa keadaan sekarang terbalik, menyadari bahwa sesuatu telah terjadi dan menyampaikannya dengan cara yang tepat, dengan sederhana dan indah walau menyakitkan, maka apa lagi yang bisa orang lain lakukan? Mungkin aja mereka gak bisa ngelakuin apa-apa yang bisa menolong. Yang ada malah kayak temen-temenku tadi. Kasih komentar.

Satu hal lagi. Dengan berkata jujur gak berarti kita minta untuk dikasihani. Aku pikir Delon juga gak mau diperlakukan baik hanya karena kasihan aja. Dengan mengakui keadaan terbalik gak berarti juga kalo semua harus berjalan  sesuai dengan apa yang dia mau. Ini berarti juga dibutuhkan kejujuran dari orang lain untuk membalas pengakuannya.

Enaknya kalo kita bisa saling berkata jujur tentang perasaan masing-masing dan berlaku jujur dalam saling memperlakukan orang lain. Padahal cuma karena sebuah lagu. Lagu aja bisa jujur.

Gimana?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s