Back Again

Berada di sebuah kantor pajak demi menjalankan tanggung jawab sebagai warga negara yang baik, setidaknya sedang mencoba untuk itu. Antrian panjang. Padahal sebentar lagi waktunya istirahat siang bagi karyawan disana. Tiba2 indra penciumanku menangkap bebauan yang sangat tidak asing. Aroma wangi melayang-layang dan hinggap di ujung hidungku. Otak tidak sampai berpikir keras untuk mengidentifikasi bau apa itu. Memoriku langsung terhisap dan terbawa jauh saat wangi itu pertama kali ku kenal. itu adalah wangi dari salah satu kertas surat yang pernah jadi koleksiku sewaktu SD. Kembali teringat masa-masa itu. Kertas dan amplop warna-warni yang lucu. Berbagai bentuk dan ukuran. Yang paling aku suka adalah yang wanginya seperti di kantor pajak itu. Sampai aku ingat betul, kertas surat itu tidak pernah mau aku barter ataupun jual. Hahahha… iya, jaman SD dulu pernah loh punya hobi kayak gitu. Mau gak mau jadi senyum-senyum sendiri di tengah kerumuman orang yang duduk mengantri. Sudah kembali ke dunia nyata. Senang bisa kembali walo sesaat ke masa itu, hanya karena sedikit keharuman dari pewangi ruangan semprot otomatis yang ada di sudut atas ruangan tunggu kantor pajak.

*     *     *

Listrik padam. Hujan deras disertai angin kencang dan kilat yang saming menyambar. Enaknya punya ruangan di lantai 3 yang berdinding kaca. Rasanya seperti seleb yang sebentar2 selalu kena terpaan lampu blitz kameranya Tuhan. Hampir tidak merasakan gelap dalam waktu lama. Mungkin juga karena hari belum kunjung malam.

Seorang teman datang dan memandang keluar dari kaca. Lalu dia mengutarakan salah satu mimpi gilanya yang sebenernya malu untuk dia ungkapkan. Pingin main ujan-ujanan lagi. Satu aktivitas yang kalo dilakuin sekarang mungkin akan mengundang komentar miring dari orang-orang yang melihatnya, baik yang kenal dia ato enggak. padahal dulu waktu kecil, sah-sah aja tuh. Keluar main pas ujan. Becek2an. Rame2 sama temen2. Sekarang dia mau ngelakuin jika dan hanya jika tidak di tempat dimana orang2 akan dengan mudah mengenalinya. Hahahha…. ada ya, yang mau merhatiin orang ujan2an? Ya ada aja kaleee….(Kalo aku sih emang suka perhatiin orang2 diluar sana saat ujan dan hampir gak pernah liat orang yang emang dengan sengaja mau ujan2an seperti niat temenku ini). Aku bilang kalo gitu coba di lapangan aja. Baru sadar sekarang kalo berdiri di laoangan pas ujan sama aja menyerahkan diri jadi santapan petir…

*     *     *

Kembali ke masa lalu adalah hal yang tidak bisa ku lakukan. Jelas aku tidak mungkin dapat memutar waktu untuk kembali ke sana. tapi tetap ada kenangan yang tidak akan pernah dapat terluoakan, yang selalu membuatku untuk ingin dapat mengulangnya lagi. Minimal dapat meresakan lagi bagaimana rasanya jadi anak kecil dengan keceriaan, kepolosan dan kesederhanaannya. Siapa bilang kalo aku kecil dulu adalah anak kecil yang baik dan manis? Kalo manisnya sih iya (sampe sekarang kok, hehehehhe), taoi baiknya, hm…. sangat diragukan. aku aja masih inget kenakalan2 yang pernah kubuat. Dan kalopun bisa balik lagi ke jaman waktu kecil, aku tetep gak mau kehilangan bagian2 itu. It was me. It is me. Yang kurindukan adlaah suasana kebebasan seorang kanak-kanak… Mungkin itu juga yang dirindukan temanku? Entahlah.

Hm… mumpung lagi sering2nya ujan tiap sore, kapan yah bisa dancing in the rain lagi?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s