Merapi, My Friend and Me

How Great Thou Art

Ternyata dini hari pagi tadi kembali terjadi hujan pasir. Memang dari sekitar jam 9.30 malam aku sudah merasakannya waktu keluar beli makan. Motor kok tiba2 penuh lagi dengan pasir. Dan gak tau kalo ternyata pasirnya bertambah dengan kerikil menjelang pagi. Itu disebabkan karena Merapi meletus lagi sekitar pukul 00.30, 5 November 2010. Padahal aku terbangun jam segitu tapi gak denger apapun dari luar and have no clue kalo terjadi hujan kerikil. Cuma matiin tipi, ambil bantal, selimut, pasang seprei dan kembali tidur. Sementar temen2 di kos pada siaga dan menurut temen yang ada di tempat saat kejadian mereka sampe gak tidur sampe sekitar jam setengah tiga.

Pagi tadi suasana berubah lagi jadi gloomy setelah sebelumnya hari Sabtu juga seperti itu karena hal yang sama: hujan abu. Teman kost bertanya kenapa masih ngantor. Aku sendiri bertanya apa yang akan aku lakukan kalo hanya di kost? Dan baru beberapa menit di kantor, semua orang dalam ruangan mungkin merasakan hal yang sama. Terutama dengan salah seorang temanku, kami merasa ada sesuatu yang mengganjal di hati. Buatku hari ini dan Sabtu kemarin berbeda dengan saat gempa tahun 2006.

Saat itu aku benar2 merasakan gempa. Puji Tuhan kos gpp, tapi sempat mengungsi juga saat itu. Listrik padam dan hujan deras, sehingga kami mengungsi ke salah satu rumah dari teman kos yang sudah pindah. Walaupun kerusakan yang aku alami disekitarku tidak seberapa tapi aku bisa ikut merasakan kegelisahan yang seakan merata menyelimuti kota Jogja dan daerah2 lain yang terutama terkena dampak gempa dashyat 4 tahun lalu.

Kini, gak cuma Jogja aja yang kena. Tapi ada Muntilan, Boyolali, Klaten, Magelang bahkan sampai daerah Cilacap dan Ajibarang. Lebih luas. Lebih parah. Lebih lama. Yang makin membuatku sesak adalah karena aku masih disini sementara ada temanku yang harus berjuang untuk bisa pulang pergi dengan selamat menuju dan dari Muntilan. Awal hujan abu, teman ini datang terlambat dengan baju, celana, tas dan rambut penuh abu. Dia bertanya apakah aku ada persediaan sampo untuk mencuci kembali rambutnya yang kotor akibat debu. Selanjutnya kami mendengar cerita bagaimana perkembangan situasi di Muntilan dari dia. Sampai akhirnya rumah tempat kediamannya dijadikan posko bagi pengungsian warga sekitar tempat tinggalnya.

Sempat dia bilang akan datang siang tapi akhirnya tidak datang sama sekali. Pernah juga, dan itu baru saja semalam, saat dia tidak bisa dihubungi. Padahal kota Muntilan sedang parah2nya akibat hujan abu pasir dan kerikil yang terus menerus ditambah hujan air. Aku cemas. Puji Tuhan tidak terjadi apa2. Beberapa teman relawan yang ikut melayani di posko di rumahnya pernah juga mengirimkan sms untuk dukungan doa saat mereka sedang menyusuri daerah Ketep dan tiba2 ada lungsuran awan yang lewat. Rasanya mencekam sekali, walau hanya baca via sms.

Kemarin pagi teman ini masih datang dan menceritakan bahwa bahkan orang2 dalam kota Muntilan sudah kehabisan stok bahan makanan. Yang butuh bantuan bukan hanya orang2 yang ada di pengungsian. Semua toko dan sekolah tutup. Terlihat sekali kecemasan di wajahnya. Neneknya sedang sakit sementara Ibunya juga dirawat di Jakarta. Dia minta dukungan doa dari kami semua kemarin pagi.

Hari ini dia tidak datang. Dan tadi sore seorang teman lain mengirim sms, mengatakan bahwa mereka baru mencapai Muntilan. Keadaan Muntilan memprihatinkan. Sementara keadaan di rumah posko temanku ini juga sama, banyak pohon dan rumah yang hancur. Ada kemungkinan akan diadakan evakuasi. Aku gak tau kapan mereka berangkat dan apakah mereka akan menginap.

Hm… hari makin larut..

Be still my soul… be still my soul..

* * *

I look up to the mountains; does my strength come from mountains?
No, my strength comes from God,
who made heaven, and earth, and mountains.

He won’t let you stumble,
your Guardian God won’t fall asleep.
Not on your life! Israel’s
Guardian will never doze or sleep.

God’s your Guardian,
right at your side to protect you—
Shielding you from sunstroke,
sheltering you from moonstroke.

God guards you from every evil,
he guards your very life.
He guards you when you leave and when you return,
he guards you now, he guards you always.

Psalm 121-The Message

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s