My Live, My Video Clip

Kepopuleran sebuah lagu tidak bisa lepas dari peran video klip. Setidaknya itu dulu yang sempat saya amati. Setelah sebuah lagu sering diputar di radio, maka tak lama muncul video klipnya di televisi. Buat kritikus musik, kemunculan dari sebuah video klip dapat menjadi lahan yang baik buat pekerjaan mereka. Gak jarang ada lagu yang bagus tapi tidak didukung oleh video klip yang baik juga. Saya bukan kritikus musik tapi saya punya contoh dari lagu yang menurut saya bagus tapi video klip gak sepadan. Lagu Halo dari Beyonce misalnya. Halo dalam bahasa Indonesia berarti lingkaran cahaya. Biasanya terdapat pada matahari dengan lingkaran cahaya yang mengelilinginya.

Lagi2 ini adalah pendapat saya pribadi. Lirik dalam lagu tersebut menceritakan tentang perubahan hidup yang dialami oleh seseorang saat ada orang lain yang masuk dalam kehidupannya. Keajaiban yang dibawa oleh orang lain tersebut digambarkan dengan lingkaran cahaya yang ada pada orang tersebut. Sepintas saat saya dengar cuplikan kata-katanya, saya langsung membayangkan sebelum dan sesudah Yesus hadir dalam hidup saya. Waktu itu saya belum dapat liriknya secara utuh. Saya hanya menikmati hentakan musiknya yang khas Beyonce. Tapi setelah lamat-lamat menangkap kata demi kata, saya menganggap liriknya bagus. Penasaran saya coba tanya seperti apa video klipnya kepada adik saya. Dia bilang Beyonce nyanyi sambil nari2. Putih mendominasi warna dari video. Ya, iyalah, kan judulnya Halo, kalo warna hitam nanti jadi Shadow dong..😉

Beyonce Knowles
Glenn Fredly

 

 

 

 

 

 

Terhubung dengan internet, saya cari di YouTube. Kekaguman saya akan lagu tersebut meluntur. Memang, lagu tersebut tidak ditujukan untuk Tuhan Yesus dan seperti itu juga video klipnya. Mungkin hampir sama seperti lagu Kasih Putih dari Glenn.

Terdalam yang pernah kurasa hasratku hanyalah untukmu
terukir manis dalam renunganku jiwamu… jiwaku menyatu
biarkanlah kurasakan hangatnya sentuhan kasihmu
bawa daku.. penuhiku ` berilah diriku kasih putih dihatiku
ku datang padamu kekasihku kucurahkan isi jiwaku
hanyutkan daku dalam air hidup kau bawa s’lamanya diriku

peluk daku oh kasihku taburiku dengan cinta
kutemukan arti hidupku denganmu…”

Banyak yg bilang lirik lagu tersebut menggambarkan hubungan pribadi kita dengan Tuhan. HPdT gitu deh istilah kerennya. Tapi pernah coba lihat video klipnya? Sangat berbeda dengan bayangan saya awal.

Yaah, sekali lagi ini hanya pengamatan saya sebagai penikmat musik dan juga pengamat hidup. Mencoba untuk melihat dan menikmati Yesus dalam setiap hal2 kecil, termasuk dalam hal2 yang menjadi kesukaan saya. Kalau Allah menganggap hidup saya penting maka Dia juga pasti akan memperhatikan apa yang menjadi kesukaan saya. Saya ingin Dia juga disenangkan dalam setiap waktu saya menikmati musik. Namun kadang saya merasa sedih saat melihat visualisasi dari musik tersebut melalui video klip.

Ini membawa saya pada perenungan dari 1 Timotius 4: 16. “Awasilah dirimu sendiri dan awasilah ajaranmu. Bertekunlah dalam semuanya itu, karena dengan berbuat demikian engkau akan menyelamatkan dirimu dan semua orang yang mendengar engkau.”

Apakah audio yang orang lain dengar dari saya sama bagusnya dengan visualisasi yang orang lain lihat di dalam dan melalui hidup saya?

***

Ditulis dalam rangka “tugas” PD Januari

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s