Grace @Home

“ Anak kecil memang kadang begitu.makanya jd orang tua hrs sabar,berkorban,berjuang,cape dll tapi jagan lupa berdoa’

04.01.2011

15:06

 

SMS dari Abang.

Saat itu Gladys lagi sakit. Liburanku di rumah diwarnai oleh kesibukan mengasuh Della, keponakan yg masih berusia 2 bulan karena perhatian Mama lebih banyak kepada Gladys. Jujur saat itu aku gak tau mesti gimana. Gak kebayang kalo liburan akan jadi Nanny. Puji Tuhan, dengan pertolongan-Nya aku pikir aku cukup lumayan menangani bayi. Ganti popok, mandiin (makasih buat bantuannya Mbak..), kasih susu botol, dan menidurkan. Yang terakhir itu sangat melelahkan. Della dah terbiasa digendong sambil diayun-ayun sebelum tidur dan itu berarti yang gendong mesti bekerja ekstra. Aku senang saat dia sudah mulai dengan pasrah menjatuhkan kepalanya di gendonganku tapi sekali aku berhenti bergerak maka dia yang akan bergerak.

Awalnya aku gak mau kalo harus kebagian tugas nyiapin susu buat Della. Ribet. Tapi saat Mama harus ke rumah sakit membawa Gladys, aku pun belajar melakukannya. Serba salah, kalo terlalu panas atau malah masih dingin. Gak ada termometer, cuma pake feeling aja. Seneng kalo Della akhirnya mau habiskan susu dalam botolnya. Aku baru tahu kenapa botol susu bayi itu gak cukup satu. Coba aja, kalo 4 jam sekali minum susu botolnya kan gak bisa cuci kering pakai terus menerus. Ini dia hal lain yanhg harus dilakukan yaitu mengumpulkan botol bekas pakai, mencucinya dan kemudian merebusnya. Aku suka nyupir alias nyuci piring, tapi beda soal dengan nyuci botol susu bayi. Walo sudah ada alat khususnya tapi aku tetep merasa itu kurang bersih.. atau memang begitu saja udah cukup ya? Semua bagian harus dibersihkan. Botol, penutup dan dotnya. Mesti cermat. Lalu setelah ditiriskan sebentar langsung disterilkan dengan cara direbus. Jadi inget cerita seorang teman ketika mereka pertama kali merebus botol susu anak pertama mereka. Kok bisa sampe hancur gitu katanya. Ternyata Mama bilang botolnya itu ditaro bareng sama air yang mau didihkan. Setelah air mendidih bisa dimatikan apinya dan biarkan botol2 itu terendam dalam air yang panas. Itu gak akan merusak botol.

Seneng banget Della begitu kooperatif. Heheheh… Dari ketiga keponakanku, cuma dia yang bisa aku pegang selagi masih 2 bulan. Semoga itu membekas dalam dirinya sehingga dia bisa ingat aku setelah agak besar. Hahaha… kedua kakaknya dulu gak tau kalo ada Tante lain di Jogja sehingga waktu pertama kali ketemu gak mau untuk digendong. Sedih… Tau sih mungkin tau karena sering ditunjukkin fotonya sama orang2 rumah. Tapi foto gak akan bisa menggantikan keberadaan seseorang ditengah2 keluarga. Yah, aku harus terima konsekuensinya… Tapi Oi, ponakan pertama akhirnya sudah bisa temenan kok sama aku setelah dia berumur 4 tahun, Haha, kelamaan yak? Itu juga diwarnai oleh berantem2 kecil khas Tante dan ponakan. Maklum, sama2 gak mau ngalah. Hehehehe….

Kembali ke isi SMS tadi, itu bukan tentang Della atau Oi tapi tentang Gladys. Dia gak mau makan dan jadi kurus banget. Susah minum dan apa2 yang masuk mulut pasti dimuntahkan lagi. Aku gak sempet lihat waktu pertama dateng ke rumah. Dia masuk rumah sakit tanggal 24 Desember siang. Walaupun aku sudah dari subuh tiba di rumah tapi aku belum sempet ke rumah Abang. Baru ketemu akhirnya pas Natal. Siang setelah ibadah kita ke RS. Seperti yang sudah diramalkan, dia gak ngenalin dan gak mau digendong aku. Malah nangis mulu. Akhirnya, daripada bikin tambah heboh, aku keluar kamar dan meneruskan mengirim SMS2 Natal ke beberapa teman. Sedih…

Gladys baru boleh pulang setelah dirawat selama 5 hari. Puji Tuhan, sampai aku kembali ke Jogja kondisinya semakin membaik.

Tanggal 4, aku lagi ikut retreat. Ada sesi mengenai Kasih Karunia. Salah satu bagiannya menyebutkan bahwa seluruh kehidupan manusia gak bisa lepas dari yang namanya kasih karunia. Saat masih dalam kandungan, sewaktu proses kelahiran, masa pertumbuhan, sekolah, menikah, berkeluarga, masa mengasuh anak, pekerjaan, masa melepas anak, masa tua… Kembali ke kamar aku SMSan sama adekku dan Abang menanyakan kabar Gladys. Dan salah satu isi SMS Abang tiba2 berteriak sangat kencang ditelingaku. Ini pasti yang dimaksud sama pembicara tadi mengenai kasih karunia selama masa mengasuh anak. Akan ada waktu2 dimana waktu tidur akan berkurang. Yang awalnya bisa bebas belanja keperluan pribadi tapi kalau bawa anak (biasanya) pasti nurutin apa maunya si anak. Akan ada waktu saat anak sakit dan orangtua akan menjadi susah.

Sebagai seorang tante, aku tidak bisa sepenuhnya merasakan hal itu. Aku hanya merasakan sedikit repot dari akibat sakitnya Gladys yaitu saat mengambil bagian mengasuh Della. Walaupun repot tapi bagiku menyenangkan. Perkataan Abang sama sekali gak terbayangkan olehku. Tapi saat aku membacanya lagi dan lagi aku mulai bisa merasakan bagaimana Abang dan Alina disana. Walaupun kelihatannya mereka kuat tapi mereka juga pasti merasa capek dan kuatir. Perjuangan orang tua dalam membesarkan anak. Darimana kekuatan mereka. Disitulah letak kasih karunia bekerja. Itu pikirku. Saat kekuatan kayaknya dah hilang, kelembutan kasih karunia memberikan semangat baru untuk terus bertahan. Cuma karena Tuhan yang memberikan dan memampukan, bukan karena Abang atau Alina atau bahkan Gladys layak menerimanya. Seketika aku terkagum atas kehebatan kasih karunia yang telah Tuhan nyatakan kepada keluargaku dan yang boleh aku rasakan dalam masa2 liburanku itu. Kekagumanku menghasilkan setitik air mata menyadari bahwa memang hal tersebut tidak dapat dihindari. Anak sakit, bolak-balik ke rumah sakit, menerjang hujan. Harap cemas menunggu hasil lab. Menunggu anak tidur saat dia tidak bisa tidur. Namun melalui waktu2 tersebut Tuhan menyatakan kasih karunia-Nya. Dan aku merasakannya.

Satu tanggapan untuk “Grace @Home”

  1. waaahhhh aku dah sering ngalami tuh mbakkkk…
    saat adiknya niken lahir aku gak ada di jogja…ia tahu punya bulek wid juga cuma dari foto yang sering dilihatnya di dinding kamar tamu…
    pas aku datang…ikut bulek yukkk….ia malah nanggis…eh pas dibilangin itu bulek wid….dia bilang bukan…bulek wid yang ada didinding…. sedih banget😦 masakan lebih diakui fotonya sih daripada orangnya hehehhehehehe….
    yah resiko jaaauuhhhh dari rumahhhh hehhehehe…
    tetap semangat…entar lama2 akan tahu kok…kalau kita buleknya beneran hehehehehehe🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s