Berawal Dari Fesbuk Baruku

(Pengakuan dari seorang fesbuker. Beberapa nama dan tempat tidak ditampilkan untuk menjaga kerahasiaan)

taken from: zahrathelittledesert.blog.uns.ac.id

Sejak ada fesbuk aku jadi sukanya ngejudge tulisan orang. Aku gak suka sama kecenderungan ini.. (kecenderungan aku yang suka ngejudge), contoh: Aku gak suka si A yang selalu mengeluh di wall mengenai suasana kantornya (atasan, lebih tepatnya); aku gak suka si B yang begitu opennya nulis keinginan untuk segera punya pacar; C tentang obsesinya untuk kurus; D yang selalu gonti-ganti photo profile; E tentang “feel” dan “says“nya…

Padahal… justru itu menariknya ya? Dari tulisan-tulisan mereka orang lain jadi tahu apa yang sedang terjadi, yang dirasakan, yang dipikirkan, yang disuka, yang dibenci, yang menarik perhatian. Dari tulisan-tulisan tercermin (sebagian) tentang siapa mereka. Apakah memang untuk tujuan itu mereka selalu update status? Kalo enggak, mengapa orang-orang bisa dengan setia terus update status? Rasanya mereka begitu feel free utuk menulis apapun, kapanpun, dimanapun… bagaimanapun! Tidak sampai pada pemikiran apakah tulisannya itu nanti akan dikomentarin atau enggak dibaca sama sekali oleh orang lain. Tapi kalo gak dibaca kayaknya gak mungkin ya?? Kalo ada yang online aja, meski satu orang pasti terbaca juga. Itulah hebatnya. Sekali ada yang online bareng langsung bisa saling terhubung. Yang onlinenya nyusul juga masih bisa tuh komentar belakangan. Kadang udah tulisan beberapa hari yang lalu misalnya tapi baru dikoment hari ini.. Gak ada matinya!

Ada sih yang menyenagkan. Dari fesbuk aku bisa tau kalau Don Moen tambah predikat jadi father in-law pas tahun baru 2011 ini; Michael W. Smith menjalani operasi kecil di tengah persiaapan tur konsernya bersama Amy Grant; Carrie Underwood dapat nominasi sebuah penghargaan untuk Best OST di Voyage of the Dawn Treader dan… NARNIA… lot of fun about Narnia from all over the worl..!!

Emang sih gak semua info aku baca dan mungkin seharusnya itu berlaku juga buat status teman-temanku yang lain. Bukankah ini yang ingin aku jauhi dan hindari dan tidak mau berurusan dengannya? Orang-orang punya kehidupan mereka sendiri-sendiri di balik setiap tulisan mereka. Tidak ada yang perlu dihakimi. Tiap orang punya kebebasan untuk berekspresi dan selama itu tidak berlawanan dengan hukum negara, hukum agama dan hukum moral, sebaiknya aku stay out of the bussiness aja. Biarkan orang lain memakai kebebasan berekspresi yang mereka punya, demikian juga dengan aku. Justru aku yang tidak punya hak untuk menyunting segala tulisan mereka. Tulisan yang datang dari hati dan pikiran yang kemudian dibantu oleh jari-jari via keyboard laptop, desktop, netbook ataupun hape menuju fesbuk ke seluruh dunia.

For me.. better to practice what I preach lah.. Have grace for them and me also.. Memakai perkataan yang membangun dimana perlu (termasuk di fesbuk) supaya yang mendengarnya (atau membacanya) mendapat berkat.. Kalau masih diresahkan dengan tulisan-tulisan yang lain: MENDING GAK USAH PUNYA FESBUK SEKALIAN… Gitu aja kok repot…๐Ÿ™‚

4 tanggapan untuk “Berawal Dari Fesbuk Baruku”

  1. Idaaa, ah dirimu punya blog juga to? Telat aku tahunya ya.๐Ÿ˜€
    Aku juga punya kecenderungan utk “menghakimi” status teman2 yg lain. Abis gitu, aku suka merasa sok benar, sok lebih baik. Padahal… yah, Tuhan pasti lebih tahulah gimana diriku ini. Membuat status yang baik itu kurasa penting juga. Bagaimanapun itu bisa memberkati orang lain. Begitu pula kalau mau posting tulisan di blog hehe. Dan perlu juga meninggalkan sikap menghakimi seperti itu. Paling nggak buat “kesehatan jiwa” kita sendiri. Halah! (hahaha)

  2. Hehehhe, aq masih pemula lah Mbak di dunia persilatan ini๐Ÿ™‚ Seneng deh dikunjungi oleh seorang Krismariana (cihuy…!)
    Yup, bener bgt Mbak…emang gak baik untuk kesehatan kalo itu yang namanya sikap menghakimi dibawa kemana-mana. Gak cuma di dunia nyata eh, hadir juga di dunia maya… heleh-heleh.. (sambil geleng-geleng)

  3. Mbakkk ida…
    aku nemu blogmu di blognya mbak kris…so ku buka…hehehhe tertarik baca tulisanmu…emmm aku pernah baca tulisannya grace surnyani…dalam tulisannya Fb juga bisa sebagai sarana untuk bersaksi kok…so selama wall nya membangun, menginspirasi, dan memberkati orang sih it’s ok…*pernah ada yang curhat.com about panggilannya gara-gara baca salah satu kalimat di wall ku…
    sarana itu baik hanya saja bagaimana cara menggunakannya…
    Ok….๐Ÿ™‚
    GBU๐Ÿ™‚

  4. yuhuuuu Widi, matur tengkiyu dah mau mampir, baca dan kasih koment. Yup, yup… bener banget, teknologi itu bisa bermanfaat sekaligus membahayakan kalo kita yang make gak bijak. Selamat berfesbuk ria๐Ÿ™‚

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s