Pray For Japan.

sumber: annchyka123.deviantart.com

11 Maret 2011.

8.9 SR.

Berita segera merebak.

Doa segera mengalir.

Keesokan hari setelah kejadian seorang teman bertanya bagaimana perasaanku. AKu hanya bisa bilang, “It breaks my heart..”. Wallpaper desktop kantor yang biasa berhiaskan pemandangan alam yang bisa menolong menyegarkan mata kala mulai penat aku ganti dengan reminder untuk berdoa bagi Jepang. Begitu juga dengan wallpaper HP. Anehnya, bahkan setelah memory card rusak semalam, gambar itu tidak hilang. Padahal gambar itu aku simpan di memory card. Dan sejak tadi malam saat HP sudah tidak bisa membaca memory card lagi dan tadi siang saat memory card dengan sangat amat terpaksa diprogram ulang, yang berarti hilangnya semua data, gambar itu tidak ikut hilang. Gambar berlatar putih dengan tulisan “PRAYFORJAPAN.” warna hitam dengan huruf ‘O’ warna merah, seperti warna bendera Jepang sendiri, masih tetap ada disana. Entah bertahan sampai kapan. Mungkin satu hari nanti bisa hilang mendadak. Tapi keberadaannya benar-benar bisa jadi reminder buatku untuk berdoa.

Sampai sekarang aku masih terus mengikuti beritanya dari koran. Hari ini juga seorang sahabat mengirimkan email tentang GAMBARU. Kata ini juga sempat aku lirik dari salah satu harian surat kabar yang tadi tergeletak di atas meja kantor.

Ada beberapa tulisan yang kemudian mencoba untuk membandingkan apa yang terjadi di sana dengan yang terjadi di Indonesia beberapa waktu lalu. Tidak teman, hal itu tidak bisa dibandingkan begitu saja. Semua masing-masing punya bagiannya, ada maksudnya.  Kalaupun masing-masing bereaksi berbeda, itupun ada alasannya. Dan kita semua manusia yang selalu bisa belajar dari apa yang terjadi di sekeliling kita.

Dunia yang kita tempati ini bukanlah rumah kita. Akan masih ada banyak hal yang terjadi yang akan membuat kita mengingat hal ini. Semua adalah sementara. Akan ada kekekalan menunggu kita. Di tempat yang sudah dijanjikan-Nya, karena Dia yang menyediakannya bagi kita. Sampai waktu itu tiba, waktu untuk bersama-Nya dalam kekekalan, kita masih tetap menumpang di dunia yang tidak tetap ini. Kita hidup dengan mata yang terus tertuju pada-Nya, yang dengan setia menanti kepulangan kita. Kita hidup dengan semangat dan sukacita karena penyertaan-Nya yang luar biasa yang kita bisa rasakan setiap hari. Sampai waktu itu tiba..

“PRAYFORJAPAN.” Gambar di walpaper itu membuatku tidak hanya berdoa untuk Jepang saja. Tetapi juga untuk dunia ini dan orang-orang yang ada di dalamnya. Sampai waktu itu tiba… Sampai waktu itu tiba… Benar-benar reminder yang luar biasa.

Jepang.

Negara yang sudah ada di hatiku jauh sebelum aku mengenalnya. Negara yang telah menjadi impianku untuk bisa pergi ke sana. Negara yang sudah ada dalam doaku sebelum Jumat lalu saat gempa dan tsunami dahsyat menerjangnya.

Masih banyak yang belum aku ketahui tentang Jepang. Bahkan aku belum menginjakkan kakiku di atas tanahnya. Tapi aku tahu bahwa selama ini doaku sudah sampai di sana. Dan aku tahu bahwa bukan Jepang yang mampu tapi Tuhan yang sanggup untuk membuat mereka mampu.

And I keep praying.. Pray for Japan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s