YOSUA: Mengenali Karakter Dan Tindakan Sang Tokoh Utama


1. Tuhan adalah Tuhan yang terus bekerja dari zaman ke zaman sampai segala rencana dan janji-Nya tergenapi; rencana dan janji-Nya tidak ikut berakhir dengan kematian Musa, tetapi terus berlanjut dengan pemanggilan Yosua (Yosua 1).

2. Tuhan memanggil, memperlengkapi (dengan janji dan perintah), dan terus meneguhkan orang yang dipilih-Nya dengan perkataan maupun berbagai peristiwa (Yosua 1 dst.).

3. Tuhan berkuasa, bahkan atas kemustahilan. Laut kembali menjadi daratan dan jalan bagi umat-Nya pada saat kepemimpinan Yosua, pengganti Musa. Tuhan mempermuliakan diri-Nya dan membesarkan nama Yosua di depan bangsanya, seperti yang dilakukan-Nya terhadap Musa (Yosua 3).

4. Tuhan berdaulat sepenuhnya, Dialah Pemimpin perang yang sesungguhnya (Yosua 10:42). Dia tidak dapat ditanya dan diminta untuk berpihak. Dialah Panglima Balatentara Tuhan (Yosua 5:13-15), Yosua dan bangsa Israel yang harus mengikuti Tuhan, bukan sebaliknya. Dia Pembuat strategi perang yang tiada tandingnya, dan nyata sempurnanya (Yosua 6, 8, 10-12). Dia mampu mengeraskan hati orang (Yosua 11:20) atau sebaliknya, dengan segala kedaulatan-Nya dan bagi kemuliaan-Nya.

5. Tuhan detail dalam bekerja (ada “check-list”), dan tidak bekerja setengah-setengah (Yosua 11); semua rencana atau janji-Nya tidak ada yang gagal atau tak terpenuhi (Yosua 21:43-45).

6. Yang Tuhan kehendaki adalah ketaatan – tidak menyimpang ke kanan dan ke kiri (Yosua 1 dstnya). Tuhan bisa dan suka dipercaya, dan Dia tidak mau umat-Nya melupakan segala perbuatan-Nya. Dia mau mereka turun-temurun, bahkan sampai semua bangsa di muka bumi ini, tahu, mengenal dan takut akan Dia. Perlu tugu-tugu peringatan dan komitmen yang terus diperbaharui (Yosua 4, 24).

7. Tuhan tahu yang Dia mau, dan punya tujuan terbaik bagi umat-Nya dengan semua perintah-Nya, meski terkadang perintah-Nya sulit dimengerti, misal: mau maju perang disuruh jalani operasi/ sunat dulu (Yosua 5); memerangi Yerikho hanya dengan berjalan diam mengeliling tembok 6 + 7 kali diiringi bunyi sangkakala (Yosua 6); menumpas semua yang bernapas termasuk wanita dan anak-anak “sepertinya sadis” (Yosua 10:40).

8. Tuhan tak bisa mentolerir dosa, “karena nila setitik, rusak susu sebelanga”. Dia mahakudus dan api kekudusan-Nya akan menghanguskan segala yang tidak kudus, sampai berakibat fatal dan menyebar ke seluruh keluarga, bangsa, tim… (Yosua 7). Tuhan juga tidak bisa dipedaya, para pendosa (misal: Akhan) tak bisa bersembunyi dari hadapan-Nya.

9. Tuhan menghargai iman dan kepercayaan “bukan-umat-Nya” dan memberi ganjaran atas tindakan iman mereka, seperti Rahab (Yosua 2), orang Gibeon (Yosua 9).

10. Tuhan mau bekerja melibatkan umat-Nya. Kanaan dijanjikan kepada bangsa Israel, tetapi mereka juga harus bersedia bekerja/berjuang dengan ketaatan di bawah perintah-Nya untuk merebut, menduduki dan menguasai baik seluruh tanah Kanaan secara bersama-sama maupun bagian pusaka masing-masing, sampai tuntas, dan tetap beribadah kepada-Nya (Yosua 13-24).

thank u bu ODY 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s