YOSUA: Menelisik Tingkah Polah Para Figuran (bagian 1)

1. Kaum pria dari suku Ruben, suku Gad, dan setengah suku Manasye:

mereka menanggapi positif perkataan, peringatan dan perintah Yosua sebagai pemimpin baru mereka; mereka juga mendoakan dan membesarkan hati Yosua (Yosua 1:16-18); mereka berjalan dengan bersenjata di depan bangsa Israel ketika menyeberangi sungai Yordan yang telah menjadi jalan darat (Yosua 4:12); mereka terus berjuang dan memenuhi komitmen mereka sampai akhirnya Yosua memanggil, memuji dan melepas mereka pulang dengan berkat dan pesan positif (Yosua 22:1-13); mereka mendirikan mezbah agar keturunan mereka kelak tidak terputus dan terpisah dari umat Israel lainnya sehingga berhenti dari takut akan Tuhan (Yosua 22:9-34), meski tindakan mereka itu sempat menimbulkan miskomunikasi, namun akhirnya terselesaikan dengan baik.

 

2.   Kedua pengintai ke Yerikho:

mereka mengalami peristiwa mengerikan, nyaris ditangkap kalau tidak ditolong Rahab, tetapi  ketika mereka kembali dengan selamat, mereka memberi laporan positif, bukan sebaliknya – syukur dapat hasil survei dari “orang dalam” (Yosua 2:24 “TUHAN telah menyerahkan seluruh negeri ini ke dalam tangan kita, bahkan seluruh penduduk negeri gemetar menghadapi kita”).

 

3.   Rahab (dan juga orang Gibeon):

mereka bukan umat Tuhan yang mendengar tentang Allah Israel yang dahsyat. Mereka gentar terhadap Tuhan, dan kegentaran mereka membuat mereka mengambil langkah iman, meskipun caranya tidak benar. Rahab berbohong untuk melindungi kedua pengintai Israel (Yosua 2), dan orang Gibeon menipu supaya bisa mengikat perjanjian dengan Israel agat mereka terluput dari penumpasan yang akan menimpa orang-orang Kanaan (Yosua 9). Tindakan iman mereka kepada Allah yang benar tidak sia-sia.

 

4.    Bangsa-bangsa lain:

mereka juga takut dan gentar terhadap Allah bangsa Israel, tetapi mereka tidak berpikir untuk   mencari belas kasihan-Nya; mereka terus mengandalkan strategi manusia, berkoalisi dll. Padahal sepertinya ada masa “anugerah” yang mereka lewatkan begitu saja, seperti: ketika bangsa Israel mengelilingi kota Yerikho selama 6-7 hari (Yosua 2), apakah mereka tidak berpikir untuk mencari “jalan selamat”, seperti Rahab, misalnya?

 

5.   Akhan:

ia mengingini dan mencuri barang jarahan berharga (Yosua 7:21) yang merupakan tindakan jahat di mata Tuhan, sehingga seluruh bangsa harus terkena getahnya dan dikalahkan Ai; Akhan mengira ia dapat menyembunyikan dosanya, ia tidak langsung mengaku selama ada pemeriksaan, tetapi akhirnya ketahuan juga; ia dan seisi rumahnya ditumpas habis (Yosua 7).

 

….bersambung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s