DAY 9: Malam Penutupan & Pengumuman Hasil Lomba Pesparawi X Kendari

Aku berada di sana. Pingin banget melaporkan secara langsung. Tapi keadaan gak memungkinkan. Maka, sekali lagi, mengandalkan liputan yang ada di Bimas Kristen.

Sampai di lokasi, angin bertiup cukup kencang. Arena terbuka dengan beberapa tenda untuk masing-masing kontingen. Ternyata warga masyarakat ikut berbaur sehingga tempat duduk yang disediakan tidak cukup. Maka kami harus mengalah dan merelakan beberapa buah bangku yang disediakan untuk kami akhirnya dipakai oleh warga yang ingin ikut menonton acara penutupan. Aku, yang gak bawa kamera, cukup mengabadikan semua moment dengan alat rekam paling canggih sedunia dengan lensa tak tergantikan, the one and only, yaitu otak dan mata. hahahhaha…. Apalah yang bisa dilihat dari belakang, sementara menunggu bangku2 yang ditinggalkan teman2 yang asik foto2. Udah kayak satpam, waktu ada anak kecil yang mau memindahkan tas dan mengambil bangku, otomatis aku mengacungkan jari telunjuk dan memberi tanda big NO NO sampai si anak itu terkekeh sendiri karena ketahuan. Hahahhaha…. Ada sih layar besar di sayap kiri yang cukup menolongku mengetahui apa yang sedang terjadi di atas panggung nun jauh di sana.

….. Tibalah pengumuman….. Aku kutip dari berita yang sudah ada ya…

Acara dilanjutkan dengan pengumuman pemenang dari 11 kategori yang diperlombakan. Kategori Vokal Solo Anak Usia 7-10 tahun, medali champion diraih Papua Barat, Vokal Solo Anak Usia 10-13 tahun, medali champion diraih Sulawesi Barat. Solo Remaja/Pemuda Putri, medali champion diraih Papua Barat, kemudian, Solo Remaja/Pemuda Putra, medali champion diraih oleh kontingen Kalimantan Selatan. Sedangkan kategori Vokal Grup, medali champion diraih kontingen Maluku. Untuk Paduan Suara Wanita, medali champion diraih Papua Barat dan kategori Paduan Suara Pria, medali champion juga diraih Papua Barat. Paduan Suara Anak, medali champion diraih Sulawesi Utara, kategori Paduan Suara Remaja medali champion diraih kontigen Papua. Terakhir, dalam kategori Musik Etnik piala champions tidak ada, karena kategori ini memang bukan untuk diperlombakan. Sehingga diperoleh akumulasi medali champion terbanyak dari provinsi Papua Barat dengan perolahan 4 medali champion, dan secara resmi Papua Barat dinobatkan sebagai Juara Umum PESPARAWI Nasional X tahun 2012.

Selengkapnya… >>

Untuk Jogja sendiri berikut perolehan medalinya (udah kayak PON aja yah…):
8 Emas: Children Solo (2 kategori umur), Youth Solo (putra dan putri), Male Choir, Female Choir, Vocal Group, Mixed Choir; dan 2 Perak: Youth Choir, Ethnic.

Sebenernya kategori Etnik itu gak diperlombakan, setidaknya itu kata juri, sehingga tidak ada Champion-nya. AKU SETUJU BANGET! hehehheh, walaupun aku gak tau kalau emang ternyata biasanya kayak gitu. Buat yang pertama kali lihat penampilan kategori Etnik, buatku seperti keliling Indonesia dan melihat semua suku memuji Tuhan dengan keindahan dan keunikan budaya masing2. Isn’t GREAT??? So, emang udah sepatutnya tidak ada kontingen yang lebih baik dari yang lain karena tiap budaya tidak bisa diperbandingkan. Masing2 punya cara dan kekhasan tersendiri dalam mengekspresikan pujian pada Tuhan, Sang Pencipta langit dan bumi. Hmmm… merindukan bagaimana suasana di surga nanti ya, saat tiap orang dari suku, etnis, bahasa, dan bangsa datang menyembah DIA.

Saatnya kembali ke penginapan masing2. Ada sedikit briefing untuk rencana kepulangan besok ke tanah air, Ngayogyakarto tercinta. Acara masih berlanjut di lapangan, sementara kami agak menepi di sisi kanan panggung. Masih terdengar suara2 musik dari panggung. Rupanya ada kejutan untuk bapak gubernur yang malam itu berulang tahun. Jadi pas kami selesai berdoa, amin, maka terbitlah kembang api tepat di atas kepala kami. What a perfect time!🙂 Bahkan kembang apinya lebih indah dan lama dari pada di awal. Puas mengabadikan dengan kedua mata ini. Yah, aku memang selalu suka kembang api…😀

Tiba di penginapan, rasanya tidak ingin segera tidur. Kamu tau perasaan itu kan? Rasanya kalau tidur kebahagiaan itu akan berkurang.. hahahhaha… padahal enggak juga seehhhh… Tapi emang aku gak bisa segera tidur bahkan sampai hari sudah hampir pagi…

Haaaaaahhhh….. Luar biasa Tuhan untuk hari yang kesembilan ini…🙂

 

2 tanggapan untuk “DAY 9: Malam Penutupan & Pengumuman Hasil Lomba Pesparawi X Kendari”

  1. Heran ya kok kategori etnik tdk dinilai, harusnya para juri bisa menilai (kan juri nasional), Pesparawi mahasiswa kok bisa ada pemenang dan diberi penilaian di kategori folklore (etnik). LPPN harusnya cari juri yang mengerti musik Indonesia, jgn cm tahu menilai musik Barat saja. Heran….kok bangga sekali bs menyanyikan lagu bergaya Barat (sok ke barat-baratan kali).



    Halo pemerhati musik Indonesia…terima kasih untuk komentarnya ya..
    Kategori etnik tetap ada penilaiannya kok dan menurut saya juri sudah melakukan tugasnya dengan baik dengan menetapkan para peraih medali emas dan perak. Kontingen D. I. Y. sendiri mendapat medali perak. Saya tidak tahu dengan kategori etnik Pesparawi mahasiswa, apakah ada championnya?

  2. Halo pemerhati musik Indonesia……Masing-masing daerah punya keunikan budaya tersendiri….kalau saya sih…lebih setuju kalo untuk berikut, kalau memang harus ada champion, pemenangnya dinilai dari segi penampilan/performance-nya saja….berbeda dengan Pesparawi Mahasiswa punya Lagu Wajibnya (dari daerah tuan rumah penyelenggara pesparawi)…..jadi ada pembandingnya…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s