DI MANA DAN KAPAN SAJA

 

ADA WAKTUNYA BEKERJA, ADA WAKTUNYA BERENCANA
ADA WAKTU BERSENANG DAN WAKTU BERCANDA
TAPI WAKTU ITU SINGKAT, DAN KEABADIAN ITU PANJANG
WAKTU SEKARANG TAK ‘KAN TERULANG

ADA WAKTU UNTUK HIDUP, ADA WAKTU UNTUK MATI
KEHIDUPAN SEKARANG AKAN LALU DAN PERGI
TAPI HIDUP MELAYANI YESUS ITU BERARTI
MEMBUAHKAN HARTA ABADI

DI MANA SAJA DAN KAPAN SAJA
LAYANILAH YESUS
YANG RELA MATI BAGI UMAT MANUSIA
DI MANA SAJA DAN KAPAN SAJA, O LAYANILAH DIA
YANG MEMBERI HIDUP BAKA
DI MANA SAJA DAN KAPAN SAJA, O LAYANILAH DIA
YANG MEMBERI HIDUP BAKA

Hmmmm…. teduh sekali hari ini. Rasanya ingin seharian berada di kamar. Menulis. Membaca. Merapikan barang-barang dari Kendari kemarin (bayangpun, belum bongkar muatan dengan baik dan benar sampai hari ni!!!!). Rasanya masih seperti habis turun dari roller coaster. Pusing. Menyadari bahwa memang beberapa hari belakangan ini ritme hidupku rada jumpalitan. Penuh kejutan. Perjalanan panjang. Pemandangan menyesakkan. Bener2 kayak lirik lagu wajib PX: ” Hatiku resah, batinku lelah..penuh kegelisahan…”

Hari ini mencoba untuk masuk kembali ke dalam rutinitas pekerjaan sehari2. Setelah PX selesai, tidak ada lagi latihan sore-malam. Tapi sejak kepulangan kemarin dari Kendari (10/7), hanya ada 2 hari untuk ‘istirahat”. Tanggal 13 sore ke Solo dengan Prameks. Udah lama juga gak berdiri di kereta. Masih menyenangkan. Jadi terpikir untuk punya kursi kecil lipat seperti yang dipakai mbak2 di kereta. Itu bisa dipake dimana aja sih nanti, gak cuma di kereta doang. Udah nanya dimana kira2 bisa beli kursi kayak gitu… 🙂

Dari Solo langsung ke Malang. Perjalanan panjang dan melelahkan. Aku ingat dulu pernah ke Malang juga dengan travel. I hate it so much. Ada satu daerah yang medannya memang luar biasa bikin perut dan kepala berputar-putar nyaris berpindah tempat. Tapi saat perjalanan kemarin aku sukses tidur. Emang masih ngantuk banget sih karena belum bisa tidur dengan enak setelah dari Kendari. Bersyukur Tuhan masih kasih kekuatan dan kesiapan dalam menyampaikan materi. Gak kebayang masih sanggup dalam kondisi fisik kayak kemaren. Begitu juga waktu kembali dari Malang minggu malam kemaren, tiba di Jogja Senin dini hari (16/7), akupun tidur sepanjang jalan. Maaf kuhaturkan kepada bu ODY yang mungkin sebenenrnya memilih untuk duduk di bangkui belakang agar bisa tidur juga. Sekarang ibu malah jadi sakit. Senin malamnya aku kembali ke Solo. Kali ini untuk materi yang berbeda, di tempat yang berbeda juga. Semua sudah dijadwalkan dari jauh hari, bahkan sebelum aku ke Kendari. Dan semua tidak bisa dibatalkan atau ganti orang. Segala upaya ku lakukan untuk menjaga sisa2 tenaga yang masih ada. Sekarang masih terasa lelahnya.

Dan… jujur, sekarang ini aku jadi merasa sedikit takut jika ada bunyi HP berdering. 2 kabar dukacita yang kami terima semua dari HP. Hmmm.. semoga rasa takut ini cepat menghilang..

Pagi ini juga… aku teringat lagu dari V.G. Yerikho yang udah aku buat liriknya di atas. Segala sesuatu memang ada waktunya. Dan menghadapi 2 kedukaan dalam waktu yang berdekatan membuatku semakin menyadari bahwa waktu itu singkat dan keabadian itu panjang. Semoga dia yang di sana juga menyadari akan hal ini walau dengan melalui cara yang berbeda. Kalau dia masih hidup sampai hari ini, itu adalah karunia dari Tuhan. Kiranya dia sadar dan mulai menjalani hidup sesuai dengan kehendak-Nya. Semua tiada henti mendoakan. Sampai batas waktu yang juga cuma Tuhan yang tahu, semua masih punya harapan padanya.

Dan… pada akhirnya,,, kita semua yang masih diberi waktu harus tetap melanjutkan hidup di dunia ini..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s