The King 2 Hearts

Masih terngiang akhir ceritanya The King 2 Hearts. Seandainya itu benar2 terjadi di dunia nyata. Korea Selatan dan Korea Utara berjalan berdampingan. Gak ada lagi taktik politik yang berusaha mengadu domba. Hmmm…. itu bukan mimpi kan? Maksudnya, itu bisa jadi kenyataan kan? Di dunia ini, cuma tinggal 2 negara itu yang masih terbagi dua. Betapa membahagiakan kalo nanti pada akhirnya mereka bisa hidup damai.

Gak ada tulisan mengenai bagaimana ide latar belakang film ini dibuat. Pasti ada alasannya kan, kenapa diambil latar belakang 2 negara yang sampai sekarang masih aja terus bermusuhan. Aku cuma tahu drama ini sejenis “black comedy ”. “In black humor, topics and events that are usually regarded as taboo, specifically those related to death, are treated in an unusually humorous or satirical manner while retaining their seriousness; the intent of black comedy, therefore, is often for the audience to experience both laughter and discomfort, sometimes simultaneously.”  Itu yang ku dapat dari Wikipedia.  Bener banget! Itu yang aku rasakan selama nonton drama ini.

Love/hate relationship antara Raja dan Hang Ah. Gak usah lah dibahas, walaupun justru karena keteguhan cinta antara mereka berdua lah yang mampu meredakan perang. Bayangpun, di hari seharusnya bom diluncurkan, malah ngadain upacara pernikahan. Isn’t smart?

Setuju bahwa sedih memang kalau Putri gak bisa bersatu dengan sang Ajudan (cry me a river….T.T). Tapi bukankah dalam kenyataan, kita juga gak selalu mendapatkan apa yang kita inginkan? Si Putri juga pada akhirnya bangkit dan melanjutkan hidup.

Pengkhianatan. Jadi inget Narnia. Gak cuma orang muda aja yang bisa berkhianat loohh.. Namun yang menarik adalah adanya kasih karunia berupa pengampunan dan kesempatan kedua. Gak gampang buat kedua belah pihak dalam menghadapi pengalaman dikhianati dan mengkhianati ini. Butuh kerendahan hati untuk mengampuni dan menerima pengampunan.

Ibu Ratu yang luar biasa baik. Rada heran sih, kok bisa sebaik itu. Ada sedikit penjelasan latar belakang  Ratu yang datang dari kalangan rakyat biasa sebelum menjadi ratu. Jadi kayak Putri Kate. Padahal kan menantunya dari Utara. Tapi itu gak masalah buat dia. Bahkan dia ikut bertahan dan berjuang bersama dengan menantunya. Ibu mertua idaman deh..

Ah, banyak kesan terhadap serial drama ini. Pertanyaan yang sempat muncul: “Bagaimana respon Korea Utara?” Hmmm, aku coba jawab sendiri. Kayaknya mereka jg gak nonton deh. Keliru. Film ini pun sudah beredar di Korea Utara dan ditonton oleh warga. Mereka lebih menyoroti kemiripan keadaan Korea Utara yang digambarkan dan dialek yang digunakan di film dengan kenyataan. Gak nemu apa reaksi mereka terhadap ending film.

Pada akhirnya, doaku masih sama. Korea Utara dan Korea Selatan dapat bersatu dan hidup dalam damai. Yang nonton film ini (semua orang Korea Selatan aja, misalnya) punya harapan yang sama kah?

2 tanggapan untuk “The King 2 Hearts”

  1. 2 heart…
    sepertinya masih ada dalam dunia kita (indonesia maksudnya). seandainya sekolah2 menengah kita punya rudal dengan kemampuan penghancur masal, seandainya desa2 kita punya altileri dengan kekuatan penuh….bisa bayangkan negara kita saat ini? hanya gara2 senggol menyenggol di sebuah tontonan aja berujung pada tawuran…hanya karena beda penafsiran teologi aja, gereja pecah, hanya karena salah paham sedikit saja nyawa melayang…semoga ada banyak ‘pernikahan’ terjadi ketika ‘peperangan’ akan dimulai.


    Komentar yang super!

    btw, yang bener itu 2 heart(s) ya masbro, heheheh🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s