Hey kamu yang di sana…

If you ever find yourself stuck in the middle of the sea
I’ll sail the world to find you
If you ever find yourself lost in the dark and you can’t see
I’ll be the light to guide you

Find out what we’re made of
What we are called to help our friends in need

You can count on me like one, two, three
I’ll be there and I know when I need it
I can count on you like four, three, two
And you’ll be there ’cause that’s what friends
Are supposed to do, oh yeah, ooh, ooh

If you’re tossing and you’re turning and you just can’t fall asleep
I’ll sing a song beside you
And if you ever forget how much you really mean to me
Everyday I will remind you
Find out what we’re made of
What we are called to help our friends in need

You can count on me like one, two, three
I’ll be there and I know when I need it
I can count on you like four, three, two
And you’ll be there ’cause that’s what friends
Are supposed to do, oh yeah, ooh, ooh, yeah, yeah

You’ll always have my shoulder when you cry
I’ll never let go, never say goodbye

You can count on me like one, two, three
I’ll be there and I know when I need it
I can count on you like four, three, two
And you’ll be there ’cause that’s what friends
Are supposed to do, oh yeah, ooh, ooh

You can count on me ’cause I can count on you

Title: Count On Me
By: Bruno Mars

Belum lama ini aku baru mengikuti sebuah acara yang istimewa. Kalau orang Batak menyebutnya martumpol, tapi karena yang punya hajatan bukan orang Batak, maka kita sebut saja acara ini adalah semacam lamaran. Seharian penuh aku bersama keluarga besarnya, minus satu orang kakaknya yang sedang ada di luar pulau, melewati proses demi proses acara. Capek, tapi menyenangkan. Apalagi tak lama setelah acara berakhir hujan turun dengan sangat derasnya.Sesaat jadi ingin main hujan-hujanan seperti kecil dulu. Seandainya… 😉

Sorenya, karena hari itu adalah hari Minggu dan kami belum ada yang ke gereja, maka kami berangkatlah ke ibadah yang dimulai pukul 18.30. Selesai ibadah, ternyata aku masih diajak untuk menemui orang lain yang nantinya menangani dekorasi untuk hari H. Sekalian aja, pikirku. Lagipula jarang bisa bersama-sama seperti ini dengannya dan keluarga.

Sampai di tempat janjian, aku diperkenalkan dengan dekorator. Kamu tahu bagaimana aku diperkenalkan? “Kenalin mbak, ini Ida, sahabatku”…

Aku dan orang yang memanggilku dengan sebutan sahabat ini pertama kali bertemu tahun 2000. Saat itu kami tidak langsung akrab. Aku bahkan tidak tahu kalau ternyata dia sudah memperhatikanku saat masa orientasi kampus atau ospek. Dia baru bilang bertahun-tahun setelahnya. Kami tidak dari jurusan yang sama di kampus tapi karena ikut bareng di satu organisasi menyebabkan kami jadi lebih bisa saling berinteraksi. Ditambahkemuadian kami akhirnya jadi pengurus di periode yang sama, di mana dia jadi ketua dan aku bendahara. Kami juga sama-sama punya sepeda dan suka bersepeda. Sama-sama besar di Jakarta.

Dia lulus lebih dulu dari aku dan bekerja di Jakarta. Sempat ditugaskan di Malang tetapi akhirnya kembali lagi ke ibukota. Sempat ganti nomor hape. Menculikku ke Semarang. Menceritakan sepenggal kisah hidupnya, atau lebih tepatnya membiarkan hidupnya untuk dibaca.

Aku masih di Jogja sejak dari awal lulus hingga sekarang. Kesempatan kami bertemu lebih banyak kalau dia datang ke kota ini, dikarenakan orangtuanya sudh menetap di sini. Ingat pernah membawanya ke rumah dan menginap. Kamu waktu itu tidak ada, seingatku.

Karena satu dan lain hal, aku pernah menyembunyikan sesuatu darinya, untuk waktu yang lama. Sampai batas waktu di mana bukan aku yang menentukannya, akhirnya aku bicara padanya. Kami berdua menyadari bahwa waktu-waktu yang sudah lewat tidaklah buruk dan kami belajar dari hal itu. Aku tahu dia sangat ingin tahu (bahkan sampai sekarang!). Ada juga saat di mana aku membuatnya jengkel dengan apa yang aku katakan. Aku tidak akan tahu kalau dia tidak mengatakannya. Kalau aku ingat sekarang, betapa bodohnya aku waktu itu sampai tidak tahu.

Dia sudah lama memintaku untuk jadi wedding singer. Bahkan dari dulu dia sudah order satu lagu yang harus dinyanyikna oleh 2 orang alias duet. Aku menyanggupinya dengan mengatakan dia yang harus mencarikan teman duetku nanti. Waktu berlalu dan dia datang kembali. Lagu di atas adalah salah satu dari 26 lagu yang dia berikan untukku sebagai daftar lagu untuk hari bahagianya nanti. Dan… dia tidak menemukan seorang yang lain untuk duet nanti. baiklah, ini artinya tugas buatku 🙂

Tentang lagu di atas, jujur, aku baru pertama kali mengetahui dan mendengarnya. Bruno Mars bilang ke temannya bahwa kapanpun, di manapun, dalam situasi apapun, dirinya dapat diandalkan dan sebaliknya, dia pun dapat mengandalkan temannya itu. Perhatikan deh kata-kata dalam liriknya. Sepertinya menyenangkan ya memiliki seseorang yang seperti itu. Seorang yang dapat diandalkan. Seorang yang memangilmu sahabat.

Jadi terpikir tentang kamu. Kamu punya sahabat gak sih? Di tempatmu sekarang ini, atau  bahkan dalam sepanjang hidupmu di dunia ini, adakah sesorang yang memanggilmu sahabat? Adakah kamu menjadi sahabat buat dia atau sahabat buat orang lain? Karena selama aku mengenalmu, aku belum pernah melihat seseorang yang seperti itu. Maaf kalau aku keliru. Mungkin kamu adalah sahabat terbaik di dunia bagi seseorang dan bisa jadi ada seorang lain juga ang jadi sahabat terhebatmu, jika bukan yang terindah. Kalau begitu, aku hanya belum mengenalmu dengan baik. Iya kah?

Kalau aku… aku pikir aku bukanlah sahabat yang baik buatmu. Jangankan sahabat. Mungkin aku juga tidak pantas disebut sebagai teman.. Setidaknya aku merasa demikian. Sebab, setidaknya teman itu tahu temannya yang lain sedang berada di mana. Aku tidak. Tapi… ada juga yang bilang, teman itu seperti bintang. Bintang itu kadang tidak selalu terlihat, tetapi dia selalu berada di sana, di tempatnya. Mungkin kamu, atau aku, termasuk jenis bintang yang suka berpindah-pindah ya?

Hey kamu yang ada di sana… pada akhirnya, aku cuma mau bilang..

Aku. Kangen. Kamu.

via Getty Images

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s