Doa Seorang Anak

Aku masih ingat sewaktu meninggalkan rumah menuju Jogja. Hujan deras melanda kota. Adik yang biasa mengantar tak bisa dipaksa. Akhirnya bapak punya satu cara. Abang ditelepon dan ternyata bersedia. Mengantar aku menuju pool Damri arah bandara. Memang karena hujan yang datang tiba-tiba. Atau karena aku yang tidak mau kembali ke dunia nyata. Akhirnya semua jadi terasa tergesa. Bahkan makan siang pun jadi seadanya. Padahal mama sudah masak daging dicampur daging istimewa. Sayang aku tidak sempat menikmatinya. Semua yang harus dibawa sudah siap tertata. Aku yang masih belum apa-apa. Semua dilakukan dengan cepat dan segera. Sementara abang sudah menunggu di depan dengan mobilnya. Barang sudah dibawa bapak dan mama. Aku menyusul dengan hati bertanya-tanya. Ah, entah kenapa aku harus berlomba dengan hujan yang tidak seberapa. Sementara waktu keberangakatan masih sangat lama. Aku kehilangan satu hal berharga. Setiap tahunnya pasti kita doa bareng sesaat sebelum aku meninggalkan ibukota. Tapi kepulangan kali ini tidak disertai dengan doa bersama. Bapak mama hanya melepas dari balik pagar yang terbuka. Aku hanya bisa melihat lambaian tangan mereka. Sekarang sudah lewat 4 hari di awal tahun perdana. Di kota yang tetap istimewa tempat aku merajut asa. Hujan deras di luar sana. Mungkin itu yang membawa kembali suasana. Sedih melanda jiwa. Kehangatan sedikit terasa. Segala sesuatu berbeda. Hanya karena alpanya sebuah doa. Untuk itu kulantunkan seuntai nada. Lagu lama yang sederhana. Teruntuk bapak dan mama yang ada di sana. Tuhan Yesus beserta kita semua.

 

Doa Seorang Anak

Musik/Lagu : Kriswidianto
Syair : Yulia Pardede
Arrangement : Kriswidianto

Di dalam doamu, kau sebut namaku
Di dalam harapmu,
kau sebut namaku (kau ingat diriku)
Di dalam segala hal, namaku di hatimu.

Tak dapat kubalas cintamu ayahku
Tak ‘kan kulupakan nasehatmu ibu.
Hormati orang tuamu
Agar lanjut umurmu di bumi.

T’rima kasih ayah dan ibu
Kasih sayangmu padaku
Pengorbananmu meneteskan peluh
‘tuk kebahagiaanku.

Tuhan lindungi ayah ibuku
Dalam doa kuberseru
Tetes air matamu yang kau tabur dituai bahagia.
Tetes air matamu yang kau tabur dituai bahagia.

(sumber: http://kandangjago.web.id/lirik-lagu-rohani/doa-seorang-anak)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s