Pencurian Listrik: Sebuah Aksi

Kisah berlanjut. Memasuki awal Februari, sepucuk email datang berisi informasi dari perusahaan listrik milik negara. Memang salah satu anak kost pernah iseng mendaftar untuk tiap bulan dikirim informasi berapa biaya tagihan listrik yang harus dibayar. Tertera sebuah angka yang cukup mencengangkan. Turun dari bulan sebelumnya. Setelah dipikir-pikir, tidak ada yang menggembirakan dari angka yang agak mengecil itu.

Selama akhir Desember hingga akhir Januari banyak anak kost yang tidak berada di Jogja. Beberapa pulang kampung atau keluar kota. Dalam waktu kurang lebih 2 minggu saja, hanya tiga orang yang tersisa. Dan tahu apa yang tiga orang ini lakukan? Mereka selalu mematikan sekering utama seperti yang sudah dimulai bersama anak kost lain. Bedanya, kali ini mereka melakukannya HAMPIR total, dari pagi hingga pagi lagi. Seperti biasa, orang terakhir yang meninggalkan kostlah yang bertugas memindahkan panel penunjuk on ke off. Maka listrik padam dimulai jam delapan pagi. Sekitar jam enam atau tujuh, satu dari antara tiga orang ini biasanya sudah sampai kost lagi. Listrik terkadang hanya dinyalakan sebentar dan dan selebihnya dimatikan lagi. Atau kadang juga yang dua sudah pulang duluan. Yang dilakukan sama. Tak jarang juga, satu dari antara dua tetap bertahan dalam gelap, sampai waktunya untuk tidur, hingga yang lain pulang dan menyalakan listrik. Begitu terus selama lebih dari 10 hari, kira-kira. Dan hasilnya? Memang angka turun, tetapi sebenarnya bisa KURANG jauh dari itu. Jelas sekali bukan?

BACKFLASH — Beberapa hari lalu. Sekitar jam delapan malam. Listrik masih belum menyala, mungkin dari sore. Hampir 12 jam kalau begitu. Lilin pun dinyalakan, sebentar. Niat sudah mau keluar untuk makan. Tetapi niat itu berubah. Oleh karena perkataan dari seorang anak kecil yang, sangat disayangkan, tidak mendapatkan didikan budi pekerti dari orangtuanya maka berangkatlah dua orang anak kost ke rumah ibu induk semang. Berkas laporan pengeluaran listrik yang dahulu pernah diminta pihak berwenang mereka bawa. Tujuannya hanya untuk memberikan berkas itu dan melanjutkan hidup, mencari makan. Ternyata dari bincang sesaat dengan induk semang didapat informasi bahwa pihak-pihak berwenang itu SUNGGUH-SUNGGUH takut dan tidak bisa (atau tidak mau) berbuat apa-apa. Bapak pencuri listrik mengancam dengan berbaga cara sehingga mereka tidak berkutik. Dua anak ini terhenyak. Memang, mereka sudah lama sadar bahwa mengandalkan manusia adalah sia-sia. Tetapi, kalau begini kejadiannya, bagaimana mereka bisa percaya pada pemerintah yang diharapkan aan memberikan perlindungan bagi warganya?

Kembali ke info terkini biaya listrik. Hanya selang tiga hari dari pertemuan awal dengan induk semang, lembar terakhir ini pun segera menyusul teman-temanya yang lain. Lengkaplah laporan selama sembilan bulan mulai dari Juni 2012 hingga Februari 2013. Tak dinyana tak diduga, induk semang berinisiatif akan melaporkan sendiri ke perusahaan listrik. Satu anak kost menawarkan diri untuk ikut. Dan akhirnya disepakati bahwa jam delapan keesokan harinya mereka akan sama-sama menuju perusahaan listrik untuk melaporkan pencurian listrik yang dilakukan oleh bapak pencuri listrik.

Suatu tindakan yang seharusnya sudah bisa dilakukan sejak lama. Tapi, tidak ada kata terlambat untuk melakukan sesuatu yang benar. Kenapa harus takut? Mungkin inilah yang membuat banyak aparat akhirnya bungkam. Tidak mudah memang untuk melakukan yang benar, apalagi di masa sekarang ini. Perlu suaka bagi orang-orang yang masih mau melakukannya. Suaka untuk menjamin keamanan dan kelestariannya.

Bagaimana perjalanan dan proses pelaporan di perusahaan listrik? Tunggu kisah selanjutnya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s