Isi Sebuah Nyanyian

Semalam saya sengaja menonton X-Factor. Kenapa sengaja? Karena pas ada TV. Itu saja alasannya. Oh, dan karena juga sudah tidak ada lagi siaran ulangnya di siang hari. Sebenarnya tidak terlalu mengikuti sih. Hanya mau melihat dan mendengar para kontestan membawakan lagu-lagu yang berbeda tiap minggunya. Beberapa nama kontestan sudah sangat sering didengar, sementara yang lain bahkan saya tidak tahu kalau ada mereka di sana.

Tema semalam kalau tidak salah adalah tentang musik/ musisi/ lagu yang memberi inspirasi. Kenapa garis miringnya banyak? Karena saya tidak mengikuti dari awal sehingga tidak tahu persis. Dari bincang-bincang antara MC dengan peserta setelah mereka tampil, terkadang terucap itu lagu yang mengispirasi mereka. Yang lain bilang, orang yang menyanyikannya yang menjadi sumber inspirasi. Yah, apapun itu intinya ada kesamaan: Inspirasi.

Saya melewatkan penampilan Mikha. Hanya dapat komentar dari para juri saja. Begitu juga dengan Isa Raja, Gede Bagus, Nu Dimension, Rudiart. Hahahha.. jadi sebenarnya saya ini niat atau tidak ya? Maaf, karena ternyata acara di saluran tetangga ada yang lebih bagus. Jadi ketika jeda iklan, saya ganti saluran dan kembali dengan peserta yang sudah selesai bernyanyi. Oh, bukan.. saya tidak mau ikut menambah komentar tentang keputusan 3/4 juri memulangkan Rudiart. Saya sempat dengar dia menyanyikan The Save Me Song yang menurutnya saya lebih bagus dari pada peserta lain. Bahkan saya sempat tertidur sejenak saat menunggu para juri bicara dan terkaget-kaget dengan posisi 1:3. Baru tahu belakangan bahwa ternyata berakhirnya Rudiart berlaga di kontes ini berbuntu panjang. Hmmm… kita lihat nanti selanjutnya.

Saya menunggu Shena Malsiana. Dia menyanyikan lagu berjudul Creep. Saya tidak tahu lagu itu dan siapa yang mempopulerkannya. Piano yang mengawali penampilannya, begitu luar biasa. Karena di video awal Shena kurang lebih bilang dia akan memberikan yang terbaik di lagu ini (setelah sebelumnya masuk ke bottom two), maka saya juga jadi berusaha pay attention sama lagunya.

Dan sepakat sama Anggun. Aku jadi mencoba mendengar lagu ini dan liriknya. Masih belum mencari versi aselinya tetapi seperti Anggun bilang, Shena dapat menyampaikan isi lagu itu dengan caranya dan terlepas dari cara penyanyi aselinya. Isinya sedih banget tuh lagu. Shena sih berusaha lebih menghidupkan lagi dengan ekspresinya, yang menurutku masih rada nanggung. Tapi dari kata-kata yang disampaikan oleh lagu itu, beda kalau dibawakan oleh penyanyi wanita seperti kata Anggun, mampu membuat Rossa ikut menangis.

Sudah banyak lagu yang ketika dibawakan dengan cara yang berbeda, oleh orang yang sama atau beda, maka akan terdengar berbeda juga. Semalam juga ada Kahitna yamg menyanyikan lagu-lagu lawasnya. Selain liriknya yang juga indah, Yovie Widianto selalu bisa menyuguhkan melodi dan aransemen yang selalu baru dan gak pernah bosenin. Yang jelas, yang namanya penyanyi dan bernyanyi tetap harus ada unsur suara dan itu penting. Dan para biduan Kahitna menurut saya masing-masing punya karakter vokal yang kuat. Jadi, mau dibuat gimanapun lagu-lagu itu tetap saja suara mereja jagoan!

Lalu ada lagi lagu berjudul Kini yang dipopulerkan oleh Rossa. Siapa lagi yang suka nyanyiin lagu-lagu orang lain dengan tetep bagus selain Marcell Siahaan. Dengan bantuan visual dari video klip, lirik lagu ini jadi berpindah-pindah tujuan. Karena sekarang dinyanyikan oleh pria mungkin orang berpikir kalau di lagu ini si pria lah yang sedang galau. Padahal kalau lihat video klipnya justru tidak.

….

Ada banyak hal dalam hidup yang ingin kita sampaikan ke orang lain. Tentu kita ingin orang lain dapat menerima apa yang ingin kita sampaikan dengan baik. Jadi ingat salah seorang teman pernah bilang kalau yang penting itu bukan apa kita sampaikan tetapi bagaimana cara kita menyampaikannya agar hal tersebut dapat diterima dengan baik. Kalau dari beberapa cerita di atas, mereka mampu menyampaikannya melalui musik, melodi, lirik, suara nyanyian.

Ada beberapa hal yang terkadang sulit untuk disampaikan, tidak tahu bagaimana menyampaikannya dan mengakibatkan orang lain jadi tidak dapat mengetahuinya. Masing-masing kita juga punya cara masing-masing dalam mengutarakan maksud. Terkadang kita berhasil dengan cara yang sama, terkadang juga tidak.

Hal lain adalah dari orang yang kepadanya kita ingin memberikan sesuatu itu. Penerimaan mereka tergantung dari bagaimana kita menyampaikannya. Nah, ini dia yang susah.. Selama ini, apakah masih kurang jelas? Ataukah jangan-jangan isi yang disampaikan itu tidak penting? Atau harus dikemas dalam bentuk lagu baru mau didengarkan dan dipahami isinya? Apa mau memilih sendiri siapa penyanyinya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s