Komentar untuk ‘Mari Membangun’

Diminta untuk memberikan komentar atas tulisan seorang kawan dari blog tetangga. Klik di sini atau klik pada gambar untuk melihat tulisan lengkapnya.

blogspot tuldan

Lebih baik menuliskan komentarnya di blog sendiri dan memintanya untuk mampir untuk membacanya.. 🙂

So, this is it..!

Kalau dilihat dari sejarahnya, memang benar bahwa keberadaan HKBP tidak bisa dilepaskan dengan sekolah. Saya pribadi pernah mendengar nada keheranan seorang pendeta yang mempertanyakan mengapa HKBP Yogyakarta, yang berada di kota pusat pendidikan di Indonesia, tidak memiliki sekolah. Padahal HKBP Yogyakarta umurnya hanya selang setahun dari kemerdekaan Indonesia (lihat: http://hkbpjogja.blogspot.com/2013/09/sejarah-berdirinya-hkbp-yogyakarta.html).

Jika dulu Yesus tidak memilih, melatih, memperlengkapi, membimbing, dan mengutus murid-murid-Nya maka tidak ada kita sekarang. Ketaatan para murid dan tentunya karya Roh Kudus yang menjadikan kita ada sebagaimana kita ada kini. Yesus tahu bahwa melalui murid-murid-Nya, banyak orang akan mengenal Dia dan datang pada-Nya. Ada orang yang bersedia dan taat untuk dipakai Allah bagi pemenuhan tujuan-Nya.

Orang. Itu kunci yang penting. Tidak akan ada gerakan jika tidak ada orang yang bergerak dan atau digerakkan. Saya melihat–dan mengalami–bahwa segala hal baik yang diharapkan akan terwujud jika ada orang yang tepat, di tempat yang tepat, pada saat yang tepat dan melakukan apa yang tepat. Tentunya di dalam kedaulatan dan kasih karunia Tuhan serta komitmen yang penuh dari orang tersebut.

Pertanyaan pertama: Adakah orang-orang demikian, yang telah menerima anugerah keselamatan dari Kristus, memberikan hidup dan bersedia untuk diperlengkapi serta memenuhi panggilan pelayanannya di manapun Tuhan tempatkan dia, bukan untuk kepuasan pribadinya tetapi untuk kemuliaan Tuhan? Bahkan jika itu harus memberi diri, waktu, komitmen dalam membangun HKBP dengan segala mimpi dan cita-citanya? Yang tidak hanya menggunakan otak dan ototnya dalam mewujudkan mimpi, tetapi mengandalkan Tuhan dalam menggerakkan orang lain yang memiliki mimpi yang sama dan bekerja bersama Tuhan orang orang-orang tersebut dengan pantang menyerah?

Atau.. bagaimana jika yang yang dibutuhkan sekarang adalah menabur dan menabur saja. Tidak bosan-bosan terus memperkatakan dan membagikan tanpa harus membuat segala sesuatu menjadi nyata dalam waktu yang kita anggap sekarang adalah waktunya yang tepat. Mempersiapkan orang-orang yang pada waktunya mereka nanti akan membangun mewujudkan minpi-mimpi itu. Tetapi… bagaimana bangunan dapat berdiri kokoh jika dasar/ pondasinya tidak kuat atau bahkan tidak ada? Kita perlu sedikit mundur dalam melihat hal ini.

Bagaimana orang-orang bisa digerakkan jika tidak lahir kesadaran akan pentingnya sesuatu hal? Bagaimana kesadaran itu bisa lahir jika dalam dirinya sendiri belum mengalami pembaruan? Bagaimana bisa mengerti hati dan kehendak Allah, jika Allah belum ada dalam hatinya? Oh, bisa saja. Sangat bisa, Banyak orang demikian, tetapi tentu kita tidak menginginkannya ada di rumah kita.

Orang yang sudah ditangkap dan menangkap menangkap visi Tuhan biasanya adalah orang yang berkomitmen dan tidak akan bisa dihentikan. Mereka juga kebanyakan bisa saja berasal dari orang-orang awam yang mungkin saja tidak pernah mengecap pendidikan resmi teologi. Jika seluruh jemaat adalah orang-orang yang demikian betapa para pendeta akan sangat diberkati. Maka beberapa hal yang menjadi rekomendasi atau bahkan mimpi-mimpi besar lainnya untuk gereja akan dapat dilakukan bersama-sama.

Pertanyaan kedua: Apa yang sudah dilakukan gereja dalam membentuk jemaat yang demikian? Sebab saya yakin bahwa sejak dulupun Tuhan Yesus tidak pernah berfokus pada program melainkan pada pribadi-pribadi. Perhatiannya bukan pada program untuk menjangkau orang banyak, melainkan pada pribadi yang akan diikuti orang banyak.

Saya akan tutup komentar ini dengan pertanyaan.

Apakah kita sekarang juga memiliki fokus yang sama dengan fokus-Nnya?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s