Tutup Tahun Kalender Gerejawi 2013

Yup.

Hari Minggu kemarin, 24 November 2013 adalah Minggu terakhir dalam kalender gerejawi. HKBP juga menandainya dengan Minggu Parningotan Ni Angka Na Monding. Nama-nama mereka yang berpulang dibacakan satu persatu. Saya juga pernah menuliskan tentang Minggu ini.

Selalu merasakan sesuatu tiap ibadah tutup tahun gerejawi ini. Apalagi ketika pembacaan nama-nama yang meninggal selama kalender gerejawi yang lewat. Berpikir, “Ada saatnya nama saya akan dibacakan juga. Cuma Tuhan yang tahu kapan waktunya”. Rada spooky yaa?😉

Hey.. kita semua akan mengalaminya, bukan? Jadi ini bukan sesuatu yang perlu ditakuti, terlebih oleh kita yang percaya pada Yesus. Kematian merupakan pintu untuk memasuki kehidupan kekal bersama Tuhan. Bukankah itu merupakan sebuah sukacita?

Menanti waktu itu tiba untuk kita, selama masih hidup di dunia Tuhan mau supaya kita saling menghibur mereka yang berduka karena kehilangan orang-orang yang dikasihi (1 Korintus 4:13-18). Lebih luasnya lagi, bagaimana keberadaan kita di dunia menjadi penghiburan bagi banyak orang di lingkungan sekitar kita.

Karena saya mengikuti ibadah remaja, jadi tidak ada pembacaan khusus seperti biasa. Tapi rasa itu tidak hilang. Diingatkan bahwa waktu hidup di dunia itu singkat, tidak tahu berapa banyak yang tersisa dan mempersiapkan untuk kekekalan. Bersiap untuk kedatangan Yesus kembali ke dunia.

Dan… itulah Minggu Advent! Tepat sekali kalender gerejawi ini.. *hehehhe.. ya iyalah* Kalau kita cermati, ikuti dan jalani dengan baik dan benar, semua masa dalam satu tahun itu sudah dirancang Tuhan dengan tepat untuk perjalanan pertumbuhan rohani kita. Saat kita mengenang orang-orang yang telah mendahului kita, hati kita dipenuhi oleh kerinduan untuk dapat berjumpa lagi dengan mereka. Betapa hati kita juga rindu untuk bertemu dengan Yesus, kekasih jiwa kita! Dari Dia kita berasal, kepada-Nya kita akan kembali.

Itulah makna dari Minggu Advent. Menanti penuh harap. Menunggu dengan asa. Bersukacita dalam pengharapan. 4 minggu itu bukan untuk dilewati begitu saja atau bahkan sudah ada ber-Natal-ria.. dan saya masih tetap sama, tidak mau Natalan sebelum Malam Natal tiba.

Tahun baru memang masih lama, tapi kalau kalender gerejawi sudah ganti kalender. Seperti 2 tahun yang sudah lewat.. Deg-degan memasuki kalender baru ini…🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s