Grup D: Inggris

unki-MMAP-smuk-lgflag #prayfor Inggris. Eropa. Grup D.

Luas wilayah 130.400 km2. Populasi 51.460.000; 395 orang/km2.
Ibukota London 8.631.325 jiwa. Kota-kota besar lainnya Manchester 2,3 juta; Midland Barat/ Birmingham 2,3 juta; Yorkshire Barat 1,5 juta; Tyneside 891.000; Liverpool 819.000; Nottingham 666.000; Sheffield 647.000.

Inggris merupakan yang paling sekuler di antara keempat negara yang membentuk
Kerajaan Britania Raya. Terus menurunnya keyakinan dan kehadiran di gereja menjadi
keprihatinan yang dalam di negara ini. Hanya 6% penduduk yang pergi beribadah ke gereja secara teratur; dan mereka yang rajin ke gereja ini jarang terlibat dengan mayoritas orang tidak percaya. Kekristenan yang dangkal membuka jalan kepada ateisme untuk menghalangi banyak orang kepada iman yang sejati; jebakan dalam bentuk-bentuk budaya Kristen yang diwariskan sudah tidak efektif. Hal ini menjadi tantangan besar dan sekaligus kesempatan baru untuk memulai lagi penginjilan ulang di Inggris. Berdoalah agar Roh Kudus bekerja dalam hidup banyak orang dan memberi kesadaran akan realitas Allah dan kebenaran Injil.

London merupakan salah satu kota dunia yang menjadi pusat keuangan, perjalanan,
politik, budaya dan semacamnya. Kehidupan rohani di London juga memiliki pengaruh
global. Sebagai tempat tujuan masuknya para imigran dari berbagai negara selama 50 tahun ini, London dituntut dapat menjadi kota paling internasional di dunia. Berdoalah untuk:
a. Kehidupan Gereja di London, yang dalam banyak hal, mewah dan bergairah. Persentase penduduk London (khususnya usia 20 dan 30-an) yang menghadiri gereja lebih tinggi daripada persentase rata-rata nasional. Gereja-gereja di London rata-rata dua kali lebih besar, lebih beragam dan lebih banyak terlibat dalam penjangkauan dan berbagai proyek lainnya. London memberi banyak pilihan gereja yang bergairah – Gereja-gereja Pentakosta yang besar (khususnya di kalangan orang Afrika), gereja-gereja “flagship” (seperti Kensington Temple, Holy Trinity Brompton, All Souls dan Hillsong), jaringan karismatik dengan berbagai jemaatnya yang lebih kecil (Pioneer, Ichtus, New Frontiers) dan bahkan jaringan-jaringan gereja rumah. Meskipun demikian, di London, mayoritas orang tidak pergi ke gereja, agama-agama lain mantap dan berkembang, dan gereja-gereja pasti sudah mengalami kemunduran seandainya tidak banyak imigran yang menghadiri gereja di London.
b. Etnis minoritas, makin menjadi populasi mayoritas di banyak daerah. Di London, lebih
dari 50 bangsa memiliki komunitas-komunitas yang terdiri dari 10.000 orang lebih, dan
setiap bangsa di dunia diwakili sejumlah orang. Hampir 60% dari orang yang pergi ke
gereja di London adalah etnis minoritas. Hal ini merupakan kesempatan yang luar biasa
bagi kesaksian dan penginjilan bagi kelompok-kelompok yang terabaikan.

#worldcup2014

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s