Grup E: Prancis

fran-MMAP-sm fr-lgflag#prayfor Prancis. Eropa. Grup E.
Update 27/6:
30 Juni 2014 – Prancis (juara grup E) vs Nigeria (runner up grup F)

Prancis merupakan negara dengan perekonomian terbesar keenam di dunia. Negara ini memiliki dasar yang kuat dalam bidang pertanian dan industri. Selain itu Prancis menjadi tempat tujuan wisatawan yang terkemuka di dunia, hal inilah yang membuat Prancis
memiliki industri jasa yang kuat.

Terdapat banyak segmen masyarakat Prancis yang terabaikan, seperti:
a. Hampir 50 juta rakyat Prancis tidak memiliki hubungan erat dengan sebuah gereja
Kristen.
b. Banyak wilayah perkotaan dengan kehadiran kelompok injili yang rendah. Paris, Nantes, Nancy, dan kota-kota lainnya membutuhkan lebih banyak jemaat untuk dirintis.
c. Dari 37.000 komunitas, sekitar 35.000 di antaranya tidak memiliki gereja injili. Banyak
komunitas pedesaan bersifat sangat tradisional dan menolak perubahan. Tidak ada
kelompok injili di lebih dari 300 kota yang berpenduduk lebih dari 10.000 orang.
d. Lembah Loire dan Brittany, Picardy, dan wilayah-wilayah pusat membutuhkan jemaat injili.
e. Suku Basque di wilayah barat belum mendapatkan kesaksian injili dalam bahasa mereka. Mereka curiga terhadap pengaruh-pengaruh dari luar dan tampaknya tidak tertarik pada hal-hal rohani.
f. Pulau Corsica, tempat kelahiran Napoleon, terisolasi dari pengaruh luar. Dari populasi
yang berjumlah 290.000 orang, terdapat sekitar 300 orang Kristen injili di sana.

Kaum minoritas yang terabaikan. Prancis telah mengintegrasikan beberapa gelombang
imigran dalam dua abad terakhir, tetapi hal itu tidak mudah. Berbagai kesulitan yang
muncul berkaitan dengan tindakan mengintegrasikan komunitas imigran membuahkan
kebijakan-kebijakan yang diperketat, suatu suasana yang diliputi rasa takut dan rasa tidak
aman, dan meningkatnya rasa frustrasi bagi kedua belah pihak. Berdoalah untuk:
a. Jumlah Komunitas Yahudi Prancis yang menempati peringkat ketiga terbesar di dunia
setelah AS dan Israel. Terdapat 580.000 hingga 700.000 orang Yahudi Prancis—di Paris
saja terdapat 320.000 jiwa dan 100.000 orang lainnya berada di Marseille. Dari jumlah
total populasi Yahudi, 77% tidak pernah mengikuti ibadah di sinagoge. Terdapat sekitar
600 orang Yahudi Mesianik di Prancis—95% di antaranya bergabung dengan gerejagereja
injili. Sedangkan 5% lainnya bergabung dengan tiga gereja sidang jemaat Mesianik.
Kurang dari 20 pekerja di enam lembaga misi melayani di tengah orang-orang Yahudi
di Prancis (MT, CWI, JFJ, CPM, dan TMPI Prancis). Sejumlah orang Yahudi Prancis meninggalkan negara ini karena meningkatnya sikap anti-Semitisme, yang dilakukan oleh
beberapa umat Muslim dan gerakan-gerakan partai ekstrem sayap kanan.
b. Orang Afrika Utara hampir seluruhnya adalah umat Muslim, sangat sedikit orang
yang pernah mendengar Injil. Sebagian besar tinggal di daerah perumahan yang luas
namun murah di kota-kota besar. Permusuhan antara mereka dan mayoritas orang
Prancis—ditambah dengan masalah pengangguran, diskriminasi, dan rasa frustrasi
tanpa pengharapan di kalangan kaum muda—telah menjadi bom waktu. Berdoalah
bagi gereja-gereja dan lembaga-lembaga pelayanan yang sedang berusaha mendobrak
penghalang-penghalang yang ada melalui penginjilan yang bersahabat, radio, film,
Kursus Korespondensi Alkitab, dan literatur. Umat Kristen berlatar belakang Islam
membina hubungan yang baik dengan kelompok injili lainnya, suatu kesaksian yang baik
bagi umat Muslim dan Ateis. Badan pelayanan yang terlibat dalam pelayanan adalah
AWM, CCCI, WEC, IMB, dan OM.
c. Suku Berber merupakan kelompok minoritas yang berjumlah besar di antara orang Afrika Utara dan kemungkinan besar menjadi kelompok mayoritas di tengah orang Aljazair. Jumlah umat Kristen Kabyle mengalami peningkatan walaupun pertumbuhannya tidak sebesar yang terjadi di tengah saudara-saudara mereka di Aljazair. Video-video Kristen, sumber-sumber audio, program-program radio, dan literatur dalam bahasa Kabyle sedang dikembangkan.
d. Orang Afrika berkulit hitam datang dalam jumlah besar dari negara-negara Afrika
berbahasa Prancis sebagai pelajar, pengungsi, dan pencari kerja. Terdapat ketidakseimbangan yang mencolok berkenaan dengan kehadiran umat Kristen dan pelayanan di tengah mereka. Gereja-gereja yang penuh semangat dihadiri oleh banyak orang dari Afrika Tengah. Sedangkan di tengah suku-suku Afrika Barat seperti suku Bambara, Wolof, Malinke, Soninke, dan lainnya hanya terdapat sedikit umat Kristen dan penjangkauan jarang dilakukan di tengah mereka.
e. Sejumlah besar pengungsi dari Indo-China pada tahun 1970-an dan 1980-an berasal dari negara-negara bekas jajahan Prancis. Mereka mempertahankan kehidupan mereka yang picik. Terdapat lebih dari 82 gereja injili Asia, termasuk 33 gereja China, 17 gereja Korea, gereja Hmong, dan 9 gereja Vietnam. Gereja mengalami kekurangan pendeta dan pekerja penuh waktu untuk menjangkau suku-suku ini yang sampai sekarang masih terabaikan. COCM (China) dan CMA (Asia Tenggara) merupakan dua kelompok yang melayani di tengah orang-orang Asia.

#worldcup2014

Sumber: Operation World, liputan6[dot]com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s