Grup G: Jerman

germ-MMAP-sm gm-lgflag#prayfor Jerman. Eropa. Grup G.
Update 27/6:
01 Juli 2014 –  Jerman (juara grup G) vs Aljazair (runner up grup H)

Jerman terletak di Eropa Tengah dan merupakan pendiri Masyarakat Ekonomi Eropa (yang kemudian menjadi Uni Eropa).

Penyatuan kembali antara kedua Jerman pada tahun 1989 tetap menjadi suatu beban
meskipun beban itu kini lebih ke arah beban spiritual dan psikologis, bukan ekonomi.
Bagian timur negara ini masih menjadi daerah miskin, yang ditandai dengan tingkat
pengangguran yang tinggi, depresi besar ekonomi (Zaman Malaise), emigrasi yang berkelanjutan, kekosongan secara sosial dan rohani, dan meningkatnya rasisme yang ditujukan kepada kelompok minoritas imigran yang datang ke negara ini. Hal ini disebabkan karena kurangnya pengetahuan akan Injil, terlepas dari berbagai upaya mahal pemerintah untuk melakukan regenerasi. Berdoalah supaya terwujud kehidupan yang baru—secara ekonomi, sosial, dan spiritual—di wilayah yang tertindas ini.

Kelompok injili Jerman mempertahankan keberadaan mereka ketika makin besarnya
kemerosotan di gereja-gereja arus utama diimbangi dengan pertumbuhan sebagian
kelompok injili. Terdapat lebih dari 1.000 gereja telah dirintis dalam 15 tahun terakhir ini.
Namun, tentunya hal ini tidak cukup sampai di sini saja. Kecenderungan-kecenderungan
signifikan yang tampak meliputi:
a. EKD terus mengalami penurunan, dengan sepenuhnya mengalami kekurangan jumlah
jemaat meskipun kelompok injili mulai kembali bangkit. Terlepas dari itu, gerakan Pietisme tak henti-hentinya menjadi kekuatan yang berpengaruh di dalam EKD (khususnya di Württemberg di bagian selatan dan di daerah pedesaan). Jumlah pengikutnya sebesar ratusan ribu orang.
b. Aliansi Injili merupakan suatu jaringan yang vital bagi lebih dari 1,2 juta umat injili di
seluruh denominasi dan ratusan lembaga misi. Keberadaan aliansi ini adalah sebagai titik
pengobar doa, refleksi teologis, proyek-proyek kerja sama, kegiatan sosial, penginjilan,
dan misi.
c. Masuknya etnis Jerman dari Asia Tengah dan Eropa Timur selama 30 tahun terakhir ini
telah menyebabkan terjadinya peningkatan besar dalam jemaat Mennonit dan Baptis.
Gereja-gereja ini bertanggungjawab atas kesehatan rohani mereka. Terdapat lebih dari
4.000 gereja lokal seperti ini dengan jumlah jemaat lebih dari 350.000 orang. Meskipun
makin berorientasi pada misi, mereka kerap kali terisolasi secara budaya dari denominasi
injili arus utama.
d. Meningkatnya jumlah gereja kaum imigran juga menjadi faktor yang memberi dorongan semangat. Ketika banyak gereja Jerman mengalami kemerosotan, gereja lokal kaum imigran—di antara populasi Afrika, Asia, dan Latin—bermunculan. Berdoalah agar kedinamisan dan semangat rohani mereka dapat memengaruhi kelompok etnis lainnya
di luar mereka.

#worldcup2014

Sumber: Operation World, liputan6[dot]com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s