Grup H: Rusia

russ-MMAP-sm rs-lgflag#prayfor Rusia. Eropa. Grup H.

Negara terbesar di dunia,
yang terbentang melintasi 9 zona waktu di antara Laut
Baltik dan Samudera Pasifik. Federasi Rusia terdiri dari
83 distrik administratif yang meliputi 46 oblas (provinsi),
21 republik, 9 teritori, 4 okrug/distrik otonomi, 1 oblas/
provinsi otonomi dan 2 kota federal.

Rusia adalah bangsa yang membanggakan dengan warisan yang besar, tetapi masih
penuh misteri dan pertentangan. Sebagian orang melihat masa depan yang suram, sebagian lainnya melihat Rusia yang bangkit kembali. Beberapa menganggap satu-dua dekade terakhir merupakan bencana ekonomi, sementara yang lain justru melihat kemajuan dan kekuatan. Selama berabad-abad, negara ini sudah dijarah secara sistematis oleh para pemegang kekuasaan, mulai dari Tsar, orang-orang Komunis sampai para miliarder. Sebagian besar orang Rusia masih melihat bayangan yang suram. Bagi generasi tua yang bernostalgia, stabilitas kehidupan di bawah Komunis lebih disukai; bagi generasi muda, kehidupan modern lebih memberi harapan yang nyata. Berdoalah khususnya untuk persoalan-persoalan budaya jangka panjang berikut ini:
a. Angka kependudukan menunjukkan sebuah peradaban yang sedang merosot tajam.
Populasi Rusia berkurang lebih dari 500.000 jiwa per tahun. Angka penurunan sedrastis
ini berarti suatu malapetaka jika kecenderungan ini tidak berbalik. Angka kelahiran di
Rusia berada di antara yang terendah di dunia; bahkan tawaran insentif yang menarik
agar rakyat mau punya anak tidak berhasil. Sebaliknya, tingkat aborsi di Rusia masih
menjadi salah satu yang tertinggi di dunia. Angka-angka menunjukkan lebih banyak
aborsi daripada kelahiran bayi hidup, yang juga disertai tingginya angka kematian ibu
yang mengkhawatirkan.
b. Masalah-masalah kesehatan terus meningkat sampai ke level krisis. Penanganan kesehatan tidak efisien, kekurangan dan mahalnya biaya kesehatan membuat banyak orang tidak bisa mendapat pertolongan pada saat yang paling dibutuhkan:
i. Tingkat alkoholisme di Rusia merupakan salah satu yang tertinggi di dunia. Meningkatnya
penularan penyakit, pembunuhan dan bunuh diri sebagian besar bisa dikaitkan dengan kemudahan mendapatkan vodka ilegal dengan harga murah yang seringkali beracun; Rusia menjual lebih dari 2 miliar liter vodka setiap tahun.
ii. Kecanduan narkotika membelenggu kehidupan 2,5 juta orang. Pemerintah pernah menyatakan bahwa 8% remaja menggunakan narkotika setiap hari. Makin lumrah jika
kemudian para pecandu berat menjadi terlibat dan menguasai mafia narkotika. Pelayanan kepada para pecandu narkotika merupakan hal yang sangat berguna dan
perlu dilakukan oleh orang Kristen.
iii. Rusia memiliki tingkat HIV/AIDS tertinggi dan paling cepat meningkat. Ditambah penyakit TBC, situasi ini mempertinggi angka kematian dan menurunkan usia harapan hidup secara drastis. HIV kebanyakan melanda kehidupan kaum muda, yang selanjutnya
merampas masa depan Rusia.
c. Nasionalisme Rusia dan perluasannya. Rasa kebangsaan yang kuat sudah ada sejak zaman dulu, sejak zaman Rusia Ortodoks yang religius, era Soviet sampai zaman modern
saat ini. Akan tetapi, tren abad ke-21 yang kompleks tampaknya menimbulkan persoalan-persoalan yang tak dapat ditarik kembali.
i. Nasionalisme yang bersifat rasis terus meningkat. Ekspresi-ekspresi gaya Nazi makin popular di kalangan orang Rusia Slavia sebagai cara menunjukkan jati diri dan
“patriotisme”. Hal ini menimbulkan kelompok-kelompok politik sayap kanan yang lebih kuat, tetapi juga kekerasan terhadap kelompok minoritas dan imigran yang nyata. Serangan-serangan rasis seperti ini meningkat 30% pada tahun 2008 saja, memaksa presiden segera mengambil tindakan untuk mengatasinya.
ii. Nasionalisme dalam kebijakan luar negeri dan Rusifikasi di dalam negeri ditegaskan
kembali pada saat kepemimpinan Putin, yang sering menimbulkan pemberontakan,
khususnya di Chechnya dan wilayah-wilayah Kaukasus lainnya. Berdoalah untuk
hubungan yang baik dengan negara-negara lain dan juga dengan republik-republik
minoritas di dalam Federasi Rusia.
d. Kelompok-kelompok minoritas dari negara bekas Uni Soviet mengalami eksploitasi dan penolakan dari orang-orang yang sebenarnya sudah menjajah mereka pada masa
imperialisme dan kemudian Komunisme Rusia. Jutaan imigran Asia Tengah bekerja di
kota-kota Rusia, kebanyakan tanpa dokumen dan tidak terdata dalam sensus. Ironisnya,
tanpa para pekerja ini, ekonomi Rusia bisa merosot tajam; dan tanpa imigrasi besar-besaran di masa mendatang, Rusia bisa tinggal menjadi bayangan pudar dari negaranya
di masa lalu.

#worldcup2014

Sumber: Operation World.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s