Tetapi Tidak Mengapa

Aku merasa sendirian.

Berdiri mempertahankan sebuah prinsip yang selama ini sudah dibangun bersama.

Aku merasa dicurangi.

Melihat ketidakadilan terjadi di depan mata tanpa bisa berbuat apa-apa.

Aku merasa tak berdaya.

Ketika apa yang telah aku coba cegah, akhirnya tetap terjadi juga.

Tetapi tidak mengapa, sebab bagaimanapun juga, Kristus diberitakan, baik dengan maksud palsu maupun dengan jujur.

Tentang hal itu aku bersukacita.

Dan aku akan tetap bersukacita…

Itu yang menghiburku..

Tuhan tidak buta.

Tuhan tidak tuli.

Tuhan tahu yang terbaik.

Bukan aku..

Berdamai dengan diri.

Tidak mengapa..

Tidak mengapa..

Tidak mengapa..

phil1-18_2

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s