On Off On Off

Berawal dari niat untuk menghemat penggunaan listrik maka saya suka mematikan lampu kamar mandi, baik setelah menggunakan kamar mandi ataupun ketika melihat lampu itu masih menyala. Itu gak cuma di hari siang ketika masih banyak cahaya matahari saja, bahkan ketikan sore/ malam saya tetap melakukannya. Saya kira yang lain juga setuju dengan apa yang saya lakukan, tetapi ternyata tidak. Pertanyaan dan pernyataan yang sering muncul adalah, “Kenapa ini dimatikan?” dan “Malahan bikin tarif listrik tambah naik kalo sering hidup mati hidup mati begini..”

Karena saya sangat sangat sangat sangat penasaran dengan pernyataan tarif listrik akan bertambah naik ketika sering menyalakan dan mematikan lampu, maka hari ini saya niat banget nyari infonya. Saya akan kutip tulisan infonya dan tak lupa cantumkan sumbernya.

Pertanyaan: Apa benar menghidupkan dan mematikan lampu bisa membuat tarif listrik bertambah?

Satu jawaban yang saya dapat menjawab “Ya”

Tahukah anda? bahwa sering menghidupkan dan mematikan alat-alat elektronik tersebut sangat boros terhadap energi listrik. Kenapa demikian? saat pertama kali kita hidupkan alat elektronik tersebut otomatis energi listrik akan mengalir secara mendadak ke rangkaian atau alat listrik tersebut, karena semua komponen didalamnya bekerja dengan energi listrik, Ibaratnya saat kita hendak mengisi air didalam galon yang kosong tentu air harus kita isi dulu sampai batas keran, sehingga air bisa mengalir. Jadi saat pengisian arus listrik diawal itulah energi yang dibutuhkan sangat tinggi, Biasanya saat menghidupkan TV akan terdengar bunyi mesin sedang bekerja (Starting up) karena arus sedang mengaliri semua komponen didalamnya. Begitu juga dengan lampu atau pompa air. Lalu bagaimana jika kita sering menghidupkan dan mematikan secara berulang-ulang. Mengenai hal ini tinggal anda pikirkan sendiri apa jadinya. Yang jelas tagihan bulanan PLN dapat dipastikan akan naik secara signifikan. Apalagi jika yang sering kita on/ off kan adalah alat elektronik dengan watt yang besar, seperti setrika atau pompa air. Tinggal gajian saja tiap bulan PLN nya.
(http://www.masputz.com/2015/06/tahukah-anda-sering-menghidupkan-dan.html)

Yang lain tidak dengan jelas menyatakan “ya” atau “tidak”, seperti:

Biasakan mematikan lampu saat tidak digunakan. Matikan juga lampu di ruang kosong. Untuk lampu di luar rumah, anda bisa memanfaatkan sensor cahaya yang bisa menghidupkan dan mematikan lampu dengan mendeteksi sinar matahari. Bila Anda tidak ingin dalam rumah gelap gulita saat malam, gunakan lampu LED dengan watt yang kecil di sudut ruangan rumah.

Saat siang hari, manfaatkan cahaya matahari kita yang berlimpah yang masuk ke dalam rumah untuk menerangi rumah. Bukalah gorden Anda agar cahaya matahari bisa masuk sehingga Anda tidak perlu menyalakan lampu.
(http://www.tipsrumah.com/tips-menghemat-tagihan-listrik/)

Di kamar mandi gak ada gorden sih.. tapi kalimat pertama tentang membiasakan mematikan lampu saat tidak digunakan cukup menenangkan hati.

Yang ini menambah efek dramatis dalam tulisannya dengan membawa nama masyarakat terpencil. Sad but so true.. hari gini masih ada loh wilayah dan orang Indonesia yang belum bisa menikmati listrik, bukan karena hal adat ataupun tidak mau tetapi karena memang tidak ada pasokan listrik di sana.

Menyalakan lampu saat tidur
Saat kita tidur lampu sudah tidak kita butuhkan lagi. Ketika kita memejamkan mata, semua akan gelap. Menyala atau tidaknya lampu akan sama aja. Mematikan lampu saat tidur selain untuk menghemat biaya listrik juga baik untuk kualitas tidur kita. Berdasarkan hasil penelitian Ohio State University Medical Centre menyatakan bahwa, tidur dengan keadaan lampu yang menyala dapat menimbulkan perubahan struktur pada otak dan menyebabkan depresi. Paparan cahaya lampu saat tidur malam hari juga tidak bagus bagi wanita karena dapat meningkatkan resiko terkena kanker payudara dan kanker usus besar bagi kaum wanita.Berdasarkan penjelasan ini maka akan lebih baik jika kita mematikan lampu saat tidur.

Ingatlah betapa sengsaranya saat mati lampu atau sengasaranya masyarakat terpencil yang selalu mengharapkan listrik masuk daerahnya. Jadi gunakan lampu saat dibutuhkan saja, jangan membuangnya untuk hal yang percuma.
(http://writingcontest-total.bisnis.com/artikel/read/20150331/404/417867/saatnya-kita-ubah-lima-perilaku-boros-listrik-yang-tanpa-kita-sadari-sudah-menjadi-kebiasaan)

Saya setuju dengan kesimpulan untuk menggunakan lampu saat dibutuhkan saja, jangan membuangnya untuk hal yang percuma. Buat yang takut tidur dalam gelap, ada baiknya menyimak lagu dari si cantik Tasya dan Om Duta..

Kalau yang berikut datangnya dari sesama anak kost yang pernah khilaf namun akhirnya tersadar dan bisa mulai merubah kebiasaannya yang semula boros listrik.

Selalu matikan alat-alat elektronik yang tidak sedang terpakai. Masalah ini hanyalah masalah kebiasaan saja. Sebagai contoh, apabila hendak meninggalkan ruangan, matikan selalu penerangan tidak terpakai, kipas angin, atau bahkan Air Conditioner (AC). Banyak sekali energi yang terbuang ketika kita membiarkan alat elektronik tersebut menyala sia-sia.
(http://www.kompasiana.com/siscaparamita/tagihan-listrik-membengkak-pakai-cara-ini_55208f02813311f77319f9cc)

Masalah ini hanyalah masalah kebiasaan saja.. Bagaiamana caranya supaya bisa jadi terbiasa?

Ini dari laman yang sama yang berkata “Ya”. Saya tertarik dengan kata”sering” yang sering ditulisnya. Pertanyaan saya, sesering apakah kita mematikan dan menyalakan lampu kamar mandi di rumah?

Jangan suka bermain-main dengan saklar yaitu sering menghidupkan dan mematikan barang-barang elektronik tersebut sering-sering dalam waktu yang singkat, karena saat kita menghidupkan kulkas, maka arus yang mengalir pada detik-detik pertama cukup besar, sehingga arus yang terpakai juga besar. Oleh sebab itu hindari hal-hal tersebut.
(http://www.masputz.com/2015/05/cara-menghemat-energi-listrik-yang.html)

Bahkan ada lagi yang lumayan detil; memberikan tips bagaimana menghemat listrik. Saya khusus mengutip di bagian lampu/ penerangan.

Hemat Listrik Lampu / Penerangan Ruangan
1. Gunakan cahaya alami seperti cahaya matahari langsung secara maksimal
2. Gunakan kaca ruang yang terang transparan dan besar sehingga bisa menerangi ruangan ketika pagi, siang dan sore hari.
3. Gunakan lampu hemat listrik berkualitas walaupun harganya mahal namun awet
4. Tempatkan lampu secara sempurna seperti di atas langit-langit bagian tengah
5. Pakailah cat ruangan yang putih terang agar cahaya memantul maksimal
6. Pilih lampu dengan watt kecil untuk ruangan kecil dan lampu wat besar jika ruangannya besar
7. Jika tidak ada orang di ruangan, matikan lampu agar hemat listerik
8. Sebelum tidur matikan kamar tidur dan lampu yang lain yang tidak diperlukan
9. Atur perabot rumah tangga jangan sampai terlalu menghalangi cahaya lampu atau cahaya matahari dari luar
10. Nyalakan lampu jika hari telah benar-benar gelap saja
11. Rajin-rajinlah membersihkan debu dan kotoran dari lampu, kaca cendela, tembok, langit-langit, cermin dan perabotan lainnya agar cahaya yang dikeluarkan lampu dapat terang maksimum
(http://www.organisasi.org/1970/01/tips-cara-menghemat-tagihan-listrik-hemat-listrik-ac-kulkas-lampu-setrika-mesin-cuci-dll.html)

Saya mendukung poin 10 dengan tak melupakan poin 7.

Dan.. akhirnya ada juga yang menulis dengan singkat namun spesifik menyebutkan apa yang menjadi kegelisahan saya..

… Untuk malam hari, biasakan matikan lampu jika Anda sudah tidak di ruangan itu, misalnya kamar mandi.
(https://kreditgogo.com/artikel/Keuangan-dan-Anda/Benda-di-Rumah-yang-Bisa-Membuat-Boros-Tagihan-Listrik.html)

Kemudian tibalah Malam Final Puteri Indonesia 2016. Saya gak ikutin acaranya langsung dari TV tapi lama setelahnya saya tahu bahwa salah satu pertanyaan untuk Kezia Roslin dari Dion Wiyoko adalah “Apa yang kamu ketahui tentang Green  Lifestyle?” dan Kezia menjawab bahwa Green Lifestyle itu adalah hidup sehat dengan memperhatikan lingkungan hidup terutama lingkungan di sekitar dengan tidak membuang sampah sembarangan, menghemat listrik dan yang lainnya. Itu mengantar Kezia untuk maju ke babak 5 besar.

Saya berterima kasih kepada Dion Wiyoko yang sudah bertanya dan Kezia Roslin yang sudah menjawab. Dan… sistem komputer yang sudah mengacak dan mempertemukan keduanya.  Sekarang, orang-orang yang sudah menontonnya apakah masih ingat?

Saya masih. Lagipula dekat kamar mandi juga SEBENARNYA ada tempelan kertas yang tiap hari mengingatkan saya untuk menggunakan listrik seperlunya saja. sayang, kertas itu lebih banyak dilewati saja daripada disimak lagi kata-katannya dan dilakukan untuk kebaikan bersama.

Tapi tenang.. Saya tidak menyerah kok. Hehehe…  Mungkin sampai akhirnya nanti ada yang menegur saya dengan keras dan berkata: “Please deh, jangan lagi matikan lampu kamar mandi ini. Biarin aja sih menyala selama 24 jam. Yang lain aja gak kenapa-kenapa kok situ yang repot?!”

😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s