Worldliness

​Sampul muka yang lumayan menarik karena menampilkan logo dari beberapa media sosial masa kini. Kata pengantar dari John Piper yang sudah dikenal luas sebagai salah satu penulis kenamaan. Dan beberapa nama kontributor.. Ini yang agak aq ragukan. Biasanya kalau buku ditulis keroyokan aq bakalan perlu usaha ekstra untuk bisa merangkai pokok pikiran demi pokok pikiran tiap penulis. Tiap penulis kan punya gaya menulis yang berbeda. Kalo hanya satu penulis, dari awal sampai akhir gayanya sama.

Melawan godaan dunia yang sudah jatuh dalam dosa. Itu tagline judulnya. Hmm… menarik, bukan? Tiap kontributor memberikan tulisan hasil karya pemikiran mereka mengenai bagaimana sikap mereka terhadap media, musik, pakaian dan yang lain.

Worldliness atau keduniawian. Satu definisi yang diberikan dalam buku ini adalah sebagai berikut:

Keduniawian adalah menjauh dari Tuhan. Keduniawian adalah cara pikir manusia yang sudah dipengaruhi oleh sifat manusia yang telah jatuh dalam dosa. Keduniawian berarti menilai segala sesuatu secara materi, sukses diujur dari jumlah, menginginkan keterkenalan dan tidak mau menderita, tidak mengenal kebenaran yang sebanding dengan penderitaan, tidak mau “menjadi bodoh karena Kristus”. Keduniawian adalah cara pikir orang yang belum diperbaharui. Keduniawian menyembah berhala dan melawan Allah. (Iain Murray)

Well, meskipun dalam buku ini dipaparkan bagaimana dunia sudah menjerat manusia dengan segala daya pikatnya, namun di bab terakhir kita ditanyakan bagaimana caranya mengasihi dunia. Inkonsistensi? Enggak juga.

Aq kayaknya harus baca ulang deh. Ada banyak hal yang aq sendiri ditegur, diingatkan dan diteguhkan. Cuma karena bacanya gak teratur (lompat bab, tidak baca sekali habis, di lain tempat dan waktu), jadi agak-agak terserak gitu ingatannya.. hehehe..

Aq suka buku ini.