Tootsie (1982)

​

It Might Be You

“Time

I’ve been passing time watching trains go by

All of my life

Lying on the sand, watching seabirds fly

Wishing there would be

Someone waiting home for me

Something’s telling me it might be you

It’s telling me it might be you

All of my life
Looking back as lovers go walking past

All of my life

Wondering how they met and what makes it last

If I found the place

Would I recognise the face

Something’s telling me it might be you

Yeah it’s telling me it might be you

So many quiet walks to take
So many dreams to wake

And we’ve so much love to make

Oh, I think we’ve gonna need some time

Maybe all we need is time

And it’s telling me it might be you

All of my life

I’ve been saving love songs and lullabies

And there’re so much more

No one’s ever heard before

Something’s telling me it might be you

Yeah, it’s telling me it must be you

And I’m feeling it’ll just be you

All of my life

May be it’s you (it’s you)

May be it’s you (it’s you)

I’ve been waiting for all of my life”

Itu sudah tentang film ini.

Worldliness

​Sampul muka yang lumayan menarik karena menampilkan logo dari beberapa media sosial masa kini. Kata pengantar dari John Piper yang sudah dikenal luas sebagai salah satu penulis kenamaan. Dan beberapa nama kontributor.. Ini yang agak aq ragukan. Biasanya kalau buku ditulis keroyokan aq bakalan perlu usaha ekstra untuk bisa merangkai pokok pikiran demi pokok pikiran tiap penulis. Tiap penulis kan punya gaya menulis yang berbeda. Kalo hanya satu penulis, dari awal sampai akhir gayanya sama. 

Melawan godaan dunia yang sudah jatuh dalam dosa. Itu tagline judulnya. Hmm… menarik, bukan? Tiap kontributor memberikan tulisan hasil karya pemikiran mereka mengenai bagaimana sikap mereka terhadap media, musik, pakaian dan yang lain. 

Worldliness atau keduniawian. Satu definisi yang diberikan dalam buku ini adalah sebagai berikut:

Keduniawian adalah menjauh dari Tuhan. Keduniawian adalah cara pikir manusia yang sudah dipengaruhi oleh sifat manusia yang telah jatuh dalam dosa. Keduniawian berarti menilai segala sesuatu secara materi, sukses diujur dari jumlah, menginginkan keterkenalan dan tidak mau menderita, tidak mengenal kebenaran yang sebanding dengan penderitaan, tidak mau “menjadi bodoh karena Kristus”. Keduniawian adalah cara pikir orang yang belum diperbaharui. Keduniawian menyembah berhala dan melawan Allah. (Iain Murray)

Well, meskipun dalam buku ini dipaparkan bagaimana dunia sudah menjerat manusia dengan segala daya pikatnya, namun di bab terakhir kita ditanyakan bagaimana caranya mengasihi dunia. Inkonsistensi? Enggak juga. 

Aq kayaknya harus baca ulang deh. Ada banyak hal yang aq sendiri ditegur, diingatkan dan diteguhkan. Cuma karena bacanya gak teratur (lompat bab, tidak baca sekali habis, di lain tempat dan waktu), jadi agak-agak terserak gitu ingatannya.. hehehe..

Aq suka buku ini. 

Warung Buto & Ciao Gelato

Sepulang dari Papua, sudah ditunggu petualangan selanjutnya. Apakah itu? Makan-makan! Yup, diajak makan di tempat-tempat yang aq baru pertama kali juga makan di sana. Yuhuuuui! Makan bersama orang-orang kesayangan, cerita dan dengar cerita, kayak udah lamaaaaa banget ninggalin Jogja tercinta. Hehehehe.. Jadi pingin jalan dan makan lagi sama mereka πŸ™‚

​​​​​​​​​​

The Young Elites

​

Buku pinjaman dan terjemahan. Lumayan seru. Ceritanya ada jagoan dan penjahat. Kerajaan. Pangeran. Sihir. Keajaiban. Pengkhianatan. Cinta. 

Aq suka dengan penggambaran kekuatan unik yang dimiliki oleh orang-orang khusus dalam novel. Awalnya mereka adalah orang-orang biasa saja, namun karena ada wabah penyakit yang memakan banyak korban dan merekalah yang selamat, maka kemudian mereka memiliki kekuatan khusus dan ditakuti oleh masyarakat. Mereka adalah the Young Elites atau Para Elit Muda. Mereka tersebar di beberapa daerah. Negara dan kota fiksi juga tentunya. Mereka dikucilkan dan bahkan dibantai karena dianggap membawa petaka bagi orang-orang di sekitarnya. Namun, sekelompok Elite mencoba melawan untuk mengubah nasib mereka. And the story begin. 

Kalo kata penulisnya sendiri, sebenernya dia enggak berniat menulis The Young Elites seperti yang sudah ada. Karena masukan dari orang lain maka dia pun merubah sedikit jalan cerita di awal. Dan memang sih, di akhir pun ceritanya nanggung. Ya iyalah, katanya ini trilogi. Walaupun salah satu pemimpin tewas dalam perlawanan, kelompok Belati masih punya tokoh lain. Dan.. ada kelompok Elit di kerajaan lain yang tidak mengalami perlakuan buruk. Bagaimana mereka? Kayaknya itu ada di buku ke dua.. Hehehe.. Mau dong pinjam lagi! Ada gak? 

Mr. Holland’s Opus

opus

(n) karya musik yang diberi nomor untuk menunjukkan tempat (urutan) gubahan tsb dalam semua karya seorang komponis​.

Awalnya sama sekali gak punya bayangan film ini bakal seperti apa. Teman hanya kasih tau kalo ini film bagus. Ya sudah, kita tonton. Dan benar saja.

Film tentang kehidupan seorang guru musik dalam rentang 30 tahun. Hebat kan? Durasinya gak sampai kayak film India yang bisa 3 jam, tapi 30 tahun hidup bapak guru ini tergambar dengan baik. Terima kaaih untuk tim tata rias. Aku juga suka dengan detail yang mewakili pergantian tahun-tahun. Cerita si bapak guru sendiri lebih seru lagi. Singkat aja ya: Aku suka bagian di mana si bapak guru bergumul dalam menghadapi kenyataan bahwa anaknya sendiri ternyata menderita tuli yang pada akhirnya juga bisu. Bisa dibayangkan dong, seorang guru musik dan komposer lagu serta pemimpin orkestra yang baginya musik adalah seperti udara yang membuatnya hidup, namun ternyata itu sama sekali tidak ada artinya buat si anak. Tapi, cerita belum berakhir. 

Well, harus nonton sendiri yaaa…